HALO SEMARANG – Komisi A DPRD Kota Semarang melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama jajaran komisioner KPU Kota Semarang membahas terkait fasilitasi pelaksanaan gelaran pemilihan umum (Pemilu) Tahun 2024 di Kota Semarang di ruang rapat Paripurna, Senin (6/3/2023). Terkait kesiapan Pemilu, Dewan meminta KPU Kota Semarang bisa menyeragamkan penghitungan suara agar panitia penghitungan suara (PPS) makin berkurang beban kerjanya dan lebih efisien.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang, M Sodri meminta KPU Kota Semarang harus benar-benar siap untuk menyelenggarakan setiap tahapan dalam pelaksanaan pemilu serentak. Sebab, dari pemilu sebelumnya banyak beban kerja sehingga membuat Panitia Pemungutan Suara (PPS) kewalahan.
“Pada Pemilu tanggal 14 Februari 2024 itu ternyata dengan sistem pemilu serentak ini, banyak temen-temen di PPS merasa akan sangat kedodoran,” ujar ketua Fraksi PKB itu.
Sodri menambahkan, dalam rapat kali ini dewan juga meminta penjelasan persiapan-persiapan yang dilakukan KPU Kota Semarang agar petugas saat penghitungan suara tidak mengalami kelebihan beban kerja. Serta makin memudahkan rekapitulasi suara dengan baik.
“Termasuk pertanyaan dari kami, untuk menyongsong pemilu seperti ini apa yang dipersiapkan agar pekerjaan KPU bisa efektif. Terutama yang menyangkut kesejahteraan, kesehatan, dan waktu kerja temen-temen yang merekap suara, yaitu PPK dan PPS,” paparnya.
Sodri sendiri memberi catatan dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang yang sebenarnya hanya memilih satu pasang calon, namun masih terjadi keteledoran dalam penghitungan suara di beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara).
“Catatan saya lagi, Pilkada kemarin masih ada ketidak sesuaian hitungan di beberapa TPS yang menjadikan kendala penetapan hasil pemilu. Pertanyaan saya apa yang disiapkan KPU untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini,” ujarnya.
Sodri menginginkan agar hal-hal yang berimbas pada beban kerja agar segera dikoordinasikan dan bisa diantisipasi. “Jadi kita di dewan ingin, hal-hal yang menjadi kendala baik secara teknis maupun non teknis bisa kita antisipasi bersama,” tandasnya.
Sementara, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Goeltom menegaskan, pihaknya akan segera menyiapkan data-data serta kebutuhan KPU dalam pelaksanaan Pemilu. “Kami akan menyiapkan data pada siang hari ini dan akan kami lengkapi dengan keluhan-keluhan dari PPK dan PPS. Lalu, kami akan menghimpun usulan terkait kebutuhan fasilitasi pelaksanaan pemilu,” imbuhnya.
KPU, tambah dia, akan mendiskusikan dengan jajaran PPK dan PPS soal beban dan target kerja agar tidak terjadi kecerobohan yang berdampak pada hasil Pemilu.
“Dan kami juga akan mendiskusikan terkait beban kerja, fasilitas, serta waktu kerja. Terutama pekerjaan-pekerjaan pemungutan suara yang ditarget lumayan cepat. Kami juga tidak ingin terjadi kecerobohan-kecerobohan yang disebabkan beban dan target yang besar,” pungkasnya.(HS)