in

Belajar dari Pabrik Mebel, Pemuda Sragen ini Produksi Kandang Estetik Beromzet hingga Rp 20 Juta

Fahmi Rachmanda Putra, pemuda asal Dusun II, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Sragen, menunjukkan kandang estetik hasil produksinya. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Dalam beberapa waktu terakhir, banyak anak muda yang lebih memilih menggeluti berbagai bidang usaha, dibanding bekerja sebagai buruh atau pegawai.

Mereka juga banyak yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, untuk mempromosikan produknya.

Di antara mereka ada Fahmi Rachmanda Putra, pemuda kelahiran 1994, asal Dusun II, Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Sragen.

Alumnus UIN Raden Mas Said Surakarta ini, membuat kandang hewan bernilai seni dari bahan kayu.

“Yang saya buat ada kandang atau perlengkapan hewan seperti kelinci, kucing, anjing, marmut, landak mini, hamster, dan kura-kura,” ujar Fahmi.

Fahmi menuturkan, produk-produknya itu dia jual dengan harga bervariasi, mulai yang paling murah Rp 20 ribu, hingga paling mahal Rp 5 juta.

Dari usahanya memproduksi kandang estetik, kini dia telah memperkerjakan lima karyawan, dengan omzet Rp 10 juta – Rp 20 juta per bulan.

Fahmi menuturkan, dia merintis usahanya itu sejak 2015 lalu, saat masih duduk di bangku kuliah.

Awal mula ia mempunyai ide untuk membuat usaha woodcraft berupa kandang hewan, ketika bekerja paruh waktu di sebuah pabrik mebel di Kalijambe.

“Dulu waktu libur kuliah, saya kerja part time di pabrik mebel Kalijambe, yang memproduksi furniture seperti meja dan kursi yang antik-antik,” kata dia.

Sambil bekerja, dia mempelajari seluk beluk pengolahan kayu menjadi mebel dan menurut dia, hal itu tak terlalu sulit.

“Kemudian dari situ, saya punya ide untuk membuat kerajinan dari kayu, tetapi berbeda dengan yang dihasilkan dari tempat kerja saya dulu,” kata dia.

Pada masa-masa awal, kandang estetik yang dia buat memang belum sempurna. Bahkan dia juga beberapa kali mendapat komplain dari pelanggan.

Namun hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk belajar dan terus mengembangkan usahanya.

“Pernah ada beberapa yang komplain, terus saya perbaiki kualitas dengan mempelajari jenis-jenis dan sifat kayu yang saya produksi. Alhamdulillah, sekarang nggak ada komplain lagi,” kata Fahmi.

Menurut dia, dalam membuat kandang hewan, kreativitas merupakan unsur penting agar woodcraft yang dihasilkan tampil estetik.

Selain itu pemilihan kayu sebagai bahan dasar produk juga sangat menentukan kualitas.

Maka dari itu dia memilih jenis jati, mahoni, dan jati belanda, yang menurutnya berkualitas bagus.

Dia juga mengikuti perkembangan model-model terbaru, sesuai keinginan konsumen.

“Yang laris seperti apa kami buat, jadi ready stock,” kata dia.

Fahmi juga menerima pesanan dari konsumen, yang menghendaki model-model khusus.

“Kalau customer ingin custom juga bisa, tapi butuh waktu pengerjaan sekitar 4 hari sampai 1 bulan. Tergantung ukuran, model, jenis bahan dan jumlah barang, karena kadang ada satu customer yang pesan banyak,” kata dia.

Fahmi memasarkan hasil produksinya lewat media sosial dengan nama Rachma Jaya Wood Craft, yang diunggah di Facebook, Instagram dan semua marketplace.

Berkat promosi melalui berbagai media sosial dan lapan online tersebut, produknya dikenal konsumsn dari seluruh Indonesia. Pesanan pun berdatangan dari berbagai daerah di Tanah Air.

“Kalau di Sragen, pecinta hewan peliharaan masih sedikit, jadi rata-rata pemesannya mayoritas dari Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Karena sementara segmentasinya menengah ke atas,” kata dia. (HS-08)

Pemkab Karanganyar Hibahkan Lahan 3,2 Hektare untuk Lapas

Buka Musda Perangkat Desa Secara Virtual, Ganjar Ajak PPDI Bantu Entaskan Kemiskinan di Jateng