HALO SEMARANG – Anggota Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto mengapresiasi terobosan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dalam menyediakan menu katering, bagi jemaah haji 2023, yang berasal dari produk dalam negeri dan bercitarasa masakan Indonesia.
“Jemaah kita 200 ribu lebih. Selama ini jamaah haji itu makanan dari Thailand, Vietnam, Brazil, dan India. Tapi saya lihat kesungguhan Pak Menteri Agama dan Bapak Menteri Perdagangan, Bang Zulkifli Hasan itu sungguh-sungguh,” kata legislator dari Fraksi PAN itu, di Gedung DPR, Jakarta, seperti dirilis kemenag.go.id.
Menurut Yandri, terobosan Kemenag yang bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan ini, dapat memberikan dampak positif bagi industri makanan dan kuliner Indonesia.
“Menteri Agama dan Menteri Perdagangan berkolaborasi dengan hebat. Saya kira itu legacy yang luar biasa Pak. Harus diapresiasi. Sehingga nanti UKM kita, pedagang kita, pengusaha kita, itu bisa menikmati dan bisa juga berkembang, bukannya Thailand, Vietnam dan lain sebagainya Pak,” sambung pria yang juga Wakil Ketua MPR RI tersebut.
Tidak hanya memberikan manfaat bagi pengusaha lokal, terobosan ini juga akan meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji.
Dengan makanan katering yang diubah menjadi menu asli Indonesia, jamaah haji akan merasakan pengalaman kuliner yang lebih nikmat dan memuaskan selama menjalankan ibadah haji.
Yandri juga menyetujui penerapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M dengan rata-rata Rp 90.050.637,26 per jemaah haji reguler. Angka ini terdiri atas komponen Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang ditanggung jemaah dengan rata-rata Rp49.812.700,26 (55,3%) dan penggunaan nilai manfaat dari BPKH per Jemaah sebesar Rp40.237.937 (44,7%).
“Kami menerima angka-angka yang disampaikan oleh Ketua Panja dengan izin Allah. Kami yakin ke depan akan ada perbaikan lebih lanjut,” tutup Yandri. (HS-08)