HALO SEMARANG – Special Weapons And Tactics (SWAT) atau dalam bahasa Indonesia disebut Senjata dan Taktik Khusus, adalah sebutan umum yang digunakan untuk sebuah satuan penegakan hukum (kepolisian).
Pelaksananya biasanya adalah petugas-petugas paramiliter, dan mereka menggunakan senjata ringan ala militer dan taktik khusus dalam operasi-operasi berisiko tinggi, di luar kemampuan polisi biasa.
Polisi-polisi berkemampuan SWAT, tak hanya ada di Amerika Serikat, melainkan juga ada di berbagai negara, termasuk salah satunya Indonesia.
Di Indonesia, satuan polisi yang mirip dan memiliki kemampuan seperti SWAT ini, adalah Brigade Mobil (Brimob) dan Densus 88.
Tugas satuan ini antara lain menghadapi pelaku kriminal bersenjata berat; melakukan penyelamatan sandera dan operasi kontra-terorisme.
Selain itu juga melakukan penangkapan berisiko tinggi; dan memasuki bangunan yang dilindungi atau dibarikade.
Satuan tersebut sering dilengkapi dengan senjata api khusus, antara lain senapan mesin ringan, senapan serbu, senapan gentel penembus, senapan runduk (sniper), peralatan anti huru-hara, dan granat kejut.
Mereka juga memiliki peralatan yang telah dirancang khusus, termasuk pelindung badan tebal, perisai balistik, peranti penyusup, kendaraan lapis baja, alat penglihatan malam, dan detektor gerakan untuk menentukan posisi sandera atau penyandera secara diam-diam di dalam bangunan tertutup.
Dengan berbagai peralatan dan kemampuan khusus itu, menurut Wikipedia, tim SWAT mampu melaksanakan penyelamatan sandera, pengendalian kerusuhan / anti huru-hara, perlindungan tokoh penting, menyelesaikan situasi berisiko tinggi, memberikan bantuan atas surat penangkapan dan surat penggeledahan, dan menyediakan keamanan tambahan di acara-acara khusus.
Selain polisi dari Korps Brimob dan Densus 88 (Anti Teror), kemampuan SWAT ini juga dimiliki Komando Pasukan Khusus TNI.
Di Prancis, ada juga satuan khusus seperti SWAT, bernama Recherche, Assistance, Intervention, Dissuasion (Research, Assistance, Intervention, Deterrence / RAID).
Unit taktis elit dari Kepolisian Nasional Prancis ini, berkantor pusat di Bièvres, Essonne , sekitar 20 kilometer (12 mil) barat daya Paris.
Ini adalah unit polisi elit yang didirikan pada tahun 1985. RAID adalah mitra Polisi Nasional dari GIGN Gendarmerie Nasional. Kedua unit berbagi tanggung jawab atas wilayah Prancis.
RAID mulai aktif sejak 1985 sampai sekarang dan berperan dalam penegakan hukum, kontra-terorisme, penyelamatan sandera, dan memberikan perlindungan. Adapun Motto dari unit ini adalah “Servir sans faillir” atau “Melayani tanpa gagal”.
Adapun terkait lomba di Dubai, akan menggunakan konsep, tim internasional saling berhadapan dalam 5 Kategori Tantangan.
Menurut laman resmi swat.dubaipolice.gov.ae, lomba ini akan menguji kemampuan para profesional taktis dan persenjataan dari berbagai negara, dan fokus mental, serta ketahanan fisik yang dimiliki oleh Tim SWAT.
Lomba ini sekaligus mendorong pertukaran teknik dan mempromosikan keterampilan taktis tingkat tinggi.
Tantangan akan berlangsung di dalam fasilitas pelatihan SWAT Dubai, dengan pengaturan kelas dunia.
Acara ini sangat unik bagi dunia dan inisiatif menarik karena berbagai alasan.
Ini menunjukkan komitmen luar biasa Dubai, untuk mengejar praktik kepolisian tingkat tertinggi.
Ini menawarkan kesempatan yang sangat istimewa bagi UEA untuk menyaksikan dan memahami tingkat keterampilan luar biasa yang dimiliki oleh para profesional kepolisian tingkat atas ini dalam semangat kolaborasi, pertukaran ide, nilai-nilai positif bersama, solidaritas, dan rasa hormat.
Seperti diketahui, Brimob Polri juga mengirimkan personel pilihan untuk mengikuti lomba tersebut.
“Saya berangkatkan 20 personel terbaik Brimob Polri, untuk mengikuti lomba UAE SWAT Challange Ke-4 di Dubai, Uni Emirat Arab,” kata Dankor Brimob Komjen Pol Anang Revandoko, dalam apel tim di Lapangan Mako Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Senin (13/2/2023).
Anang menjelaskan, tim ini mewakili bangsa Indonesia menjadi duta dalam perlombaan yang keempat kalinya. Untuk yang kedua kalinya, Korps Brimob ikut dalam perlombaan tersebut.
Menurutnya, Keikutsertaan ini sebagai kehormatan bagi Korps Brimob Polri untuk mengukur kemampuan kepolisian Indonesia dengan kepolisian yang ada di dunia.
“Jaga dan junjung tinggi kehormatan bangsa dan negara serta Korps Brimob Polri,” ujar Anang.
Catatan terakhir, pada tahun 2019 Gegana Brimob Polri meraih peringkat 18 dari 49 peserta UAE SWAT Challenge di Dubai.
Terdapat sejumlah kelas lomba yang dipertandingkan dalam ajang tersebut, seperti assault event, obstacle course, tower event, officers rescue, hingga tactical event. Gegana Brimob fokus pada kelas assault event.
Assault event adalah salah satu babak perlombaan. Peserta harus menyelesaikan tantangan berupa operasi tempur jarak dekat atau close quarter battle (CQB) dan teknik breaching (penerobosan).
Dalam ajang ini, Gegana Brimob Polri menurunkan dua tim, yakni Tim Brimob A dan Tim Brimob B. Tim Brimob A berhasil berada di peringkat 18 dari 49 peserta lomba, sedangkan Tim Brimob B di urutan ke-30.
Meski tidak masuk 10 besar, Tim Brimob A berhasil mengalahkan Tim Recherche, Assistance, Intervention, Dissuasion (RAID) dari Prancis, pasukan khusus Grupa Reagowania Operacyjno-Manewrowego (GROM) dari Serbia, dan New York Police Departement (NYPD) dari Amerika yang berada di urutan bawah. (HS-08)