in

Polda Banten dan Bulog Bongkar Pengoplosan Beras, IPW Beri Apresiasi pada Buwas

Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho, Dirut Perum Bulog, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso (Buwas), dan Gubernur Banten, Wahidin Halim memberikan keterangan perihal kasus pengoplosan beras. (Foto : tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Indonesia Police Watch (IPW), mengapresiasi Dirut Perum Bulog, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso (Buwas) dan Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho, atas keberhasilan kedua institusi itu membongkar praktik pengoplosan beras Bulog menjadi beras premium, di wilayahnya.

“Langkah Pak Buwas dan Satgas Pangan Polda Banten sudah sangat tepat. Jika tidak cepat ditangani, maka yang jadi korban adalah masyarakat,” ungkap Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, Sabtu (11/2/23), seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.

Menurut Sugeng Teguh Santoso, praktik pengoplosan tersebut jelas merugikan konsumen beras premium, karena dari segi mutu, kualitas barang yang mereka terima menjadi berkurang.

Beras Bulog seharusnya bisa dibeli oleh masyarakat dengan harga murah. Namun karena dioplos menjadi seakan-akan beras premium, tentunya harganya akan menjadi lebih mahal.

“Masyarakat pasti sangat dirugikan karena harus mengeluarkan uang yang tidak semestinya untuk membeli beras tersebut,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Ketua IPW mengatakan, bahwa langkah cepat Dirut Perum Bulog dan Kapolda Banten menangani kasus pengoplosan tersebut telah menyelamatkan masyarakat.

Ia juga mendukung Kapolda Banten agar mengungkap kasus itu sampai jaringan yang lebih besar.

Selain itu, dia juga berharap polda lain di Indonesia, mengikuti langkah Kapolda Banten.

Seperti diketahui, Polda Banten belum lama ini berhasil menangkap tujuh tersangka pengoplos beras Bulog. Mereka adalah HS (36), AL (58), BR (31), FR (42), KM (66) dan IG (30).

Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengatakan, penyidik menemukan 350 ton beras bulog yang sudah dikemas dan 10 karung beras premium berbagai merk.

Para tersangka menggunakan modus mengoplos beras bulog menjadi beras premium dengan mencampurnya beras lokal, kemudian dijual di atas HET.

“Motifnya keuntungan pribadi,” kata Kapolda Banten, baru-baru ini.

Dirut Bulog, Budi Waseso, mengungkapkan bahwa beras oplosan yang diamankan Polda Banten itu untuk operasi pasar agar harganya terjangkau. Akibat ulah oknum yang melakukan penyelewangan ini, harga beras justru tidak kunjung turun.

“Bagaimanan mungkin beras Bulog yang harganya Rp8.300 jadi harga premium Rp 12.000. Mereka memanfaatkan untuk mencari keuntungan setinggi-tingginya,” jelasnya. (HS-08)

Puluhan Peserta Ikuti Selekda Balap Sepeda Pra-PON Jateng di Kendal

Kemenag Susun Instrumen Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama 2023