HALO JAKARTA – Hasil Musyawarah Rakyat (Musra) XVII Relawan Jokowi yang digelar pada 4-8 Februari 2023 di Kota Semarang, cukup menarik perhatian publik. Hal itu terkait melonjaknya suara dukungan untuk Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Posisi pertama Ganjar Pranowo dengan angka 32,13 persen, Prabowo pada posisi kedua dengan angka yang sangat ketat 31,06 persen, Ganjar 3146 voters hanya beda 100 voters dengan Prabowo Subianto.
“Jawa Tengah luar biasa. Selain ramai, juga banyak kejutan. Prabowo Subianto melonjak di kandang Ganjar. Meski Ganjar teratas, tapi bedanya tipis sekali dengan Prabowo, hanya beda 100 suara,” kata Ketua Dewan Pengarah Musra Indonesia, Andi Gani Nena Wea, Rabu (8/2/2023).
Perbedaan tipis perolehan suara antara Prabowo dan Ganjar mengagetkan pihak relawan Jokowi yang menginisiasi Musra. Hal itu mengingat Ganjar yang merupakan gubernur Jawa Tengah, di mana Jawa Tengah sangat identik sebagai Kandang Banteng.
Pengamat politik, Jajat Nurjaman pun memberikan pendapatnya atas hasil Musra Jateng ini. Dia menilai, Jawa Tengah merupakan salah satu basis terkuat pendukung Jokowi – Ma’ruf dalam pilpres 2014-2019 lalu, namun hasil Musra tersebut terungkap banyak pemilih Jokowi Ma’ruf mengalihkan dukungan ke Prabowo Subianto dibandingkan tokoh lain.
“Musra XVII Jateng ini cukup istimewa dan dinantikan publik mengingat Jateng merupakan bassis paling kuat pendukung Pak Jokowi, meski pun pemenangnya adalah Pak Ganjar Pranowo, namun yang menjadi perhatian adalah selisih angkanya cuma 1,07 persen dengan dukungan yang didapatkan Pak Prabowo Subianto,” kata Jajat.
Kejutan tersebut benar-benar menarik perhatian publik, apalagi sosok Ganjar Pranowo adalah gubernur aktif dua periode di Jateng, namun tetap tidak mampu mendominasi secara keseluruhan.
“Berdasarkan informasi mengenai kegiatan tersebut adalah tentang kriteria capres yang diinginkan mengenai sosok yang akan menjadi penerus Presiden Jokowi adalah jujur dan bersih sebanyak 48,65 persen, berani, tegas dan berwibawa sebanyak 23,32 persen,” ucap Jajat memaparkan data yang dia dapatkan.
Selanjutnya, merakyat sebanyak 9,4 persen, berpendidikan dan profesional sebanyak 7,06 persen, berpengalaman 3,29 persen, dermawan 2,09 persen. Artinya adanya persaingan ketat antara Ganjar dan Prabowo merupakan hal yang wajar apalagi Prabowo baru kali ini bergabung di pemerintahan, sementara Ganjar selain berpengalaman di level eksekutif juga pernah menjadi anggota DPR RI.
“Sekali lagi, yang menjadi kejutannya adalah sosok Prabowo Subianto ini ternyata dipandang bagus oleh para relawan Jokowi, sehingga mampu bersaing ketat dan dipandang layak untuk menjadi penerus Jokowi meskipun baru bergabung dengan pemerintah. Secara kinerjanya memang jujur dan bersih bahkan dirinya juga dikenal sebagai sosok Menteri terbaik berdasarkan hasil riset berbagai lembaga survey,” jelasnya.
Terakhir, apa yang menjadi hasil dari Musra XVII Relawan Jokowi di Jawa Tengah ini seperti penegasan atas pidato Presiden Jokowi dalam acara HUT 15 Tahun Partai Gerindra yang lalu, di mana sosok Prabowo Subianto elektabilitasnya dinilai potensial menjadi yang tertinggi oleh Presiden Joko Widodo dengan kerja keras.
“Sehingga bukan tidak mungkin ke depan adanya tambahan migrasi secara besar-besaran dari pendukung Pak Jokowi ke Pak Prabowo sangat terbuka lebar,” tutupnya.(HS)