in

SD di Kendal yang Ditutup Dimanfaatkan untuk PAUD dan Gudang

SD Negeri 2 Ngilir yang sudah tutup

HALO KENDAL – Akibat kekurangan murid, beberapa sekolah dasar di Kabupaten Kendal terpaksa ditutup. Gedung sekolah tersebut sebagian ada yang dimanfaatkan untuk sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), dijadikan gudang, bahkan ada yang dibiarkan begitu saja.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 12 SD di Kendal yang dimerger atau digabung dengan SD terdekat. Supaya tidak menyulitkan sisa murid yang harus dipindah.

Salah satu SD yang ditutup adalah SD Negeri 2 Ngilir Kecamatan Kendal, yang kemudian digabungkan dengan SD Negeri Ngilir 1.

Berdasarkan pantauan, setelah ditutup bangunan SD Negeri Ngilir 2 kemudian difungsikan sebagai gudang. Begitu juga SD Negeri Jotang 1 Kecamatan Kendal, difungsikan sebagai PAUD setelah ditutup.

Menurut Kepala SD Negeri 1 Ngilir, Surahmawati, SD Negeri 2 Ngilir sudah tidak ditempati sejak tahun 2021, karena tinggal menyisakan lima murid, yang kemudian dipindah ke SD Negeri 3 Bandengan dengan pertimbangan yang lebih dekat.

“Di situ kan tidak ada muridnya, kalau tidak salah tahun 2021 muridnya tinggal 5 anak, terus digabung di SD Negeri 3 Bandengan,” jelasnya, Senin (6/2/2023).

Surahmawati menjelaskan, SD Negeri 1 Ngilir sendiri, saat ini hanya ada 98 murid. Rata-rata semua kelas, mulai kelas 1 sampai kelas 6, jumlah muridnya kurang dari 20 anak. Bahkan untuk kelas 1 hanya ada 12 anak.

“Mungkin kurangnya jumlah murid di SD negeri, karena masyarakat sekitar lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah yang berbasis agama Islam, baik yang swasta maupun Madrasah Ibtidaiyah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, ada 12 SD yang dimerger atau digabung dengan SD terdekat, dan sudah melalui SK Bupati Kendal tahun 2022.

“Ada beberapa pertimbangan SD harus dimerger, mengingat kondisi sarana prasarana, kondisi jumlah siswa yang tidak memadai,” terangnya.

Selain itu, lanjut Wahyu, supaya tidak menyulitkan sisa murid yang harus pindah. Sehingga tujuan proses belajar mengajar tercapai dan menjadi lebih baik.

“Alasan mendasarnya adalah untuk lebih meningkatkan pelayanan pendidikan khususnya di Kabupaten Kendal, dengan asas supaya lebih efektif, efesiensi dan optimalisasi,” tandasnya. (HS-06).

Penganiayaan Hingga Korban Meninggal Terjadi di Kendal, Pelaku Berhasil Diringkus

Gerindra Jateng Mulai Panaskan Mesin Partai, Tujuan Utama Menangkan Prabowo di Pilpres 2024