HALO BATANG – Desa Cepokokuning di Kabupaten Batang, saat ini tengah merintis desa wisata, dengan memanfaatkan Sungai Lojahan.
Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cempaka Mulia, Ipung Dasmui, mengatakan pembangunan objek wisata ini Desa Cepokokuning ini, merupakan inisiatif kepala desa dan masyarakat.
”Pembangunan awal sudah kita lakukan. Ini sedang proses pengajuan lembaga agar sesuai persyaratan menjadi desa wisata,” kata dia, di Desa Cepokokuning, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, seperti dirilis batangkab.go.id.
Untuk tahap awal, pada 2023 ini, Pemerintah Desa Cepokokuning mendukung, dengan penyertaan modal Rp120.000.000 dan untuk pembangunan fisik Rp 150.000.000.
“Rintisan desa wisata sudah kami bangun selama 6 bulan dengan gotong royong semua masyarakat terlibat di dalamnya,” kata dia.
Dia mengatakan pengelola berharap desa wisata ini dapat berkembang, dengan mengandalkan Sungai Lojahan sebagai daya tarik.
“Target kami nantinya desa wisata akan bisa berkembang dengan daya tarik Sungai Lojahan yang rencananya ada fasilitas mini soccer, kios, kafe, penginapan, kolam renang, pemancingan dan budaya lokal,” jelasnya.
Desa wisata ini memang belum kami buka secara resmi, karena belum ada tiket hanya saja setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu sudah ada pengunjung yang datang.
“Untuk itu kami sementara memberikan fasilitas sewa ban sebesar Rp 3.000 sepuasnya dan tenda sebesar Rp10.000 sebagai tempat istirahat bersama keluarga,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Batang Yarsono, menyampaikan geliat yang ditunjukkan Desa Cepokokuning ingin menghadirkan desa wisata sangat luar biasa, karena semua unsur masyarakat disini mendukung dan terlibat.
“Bahkan struktur organisasi BUMDesnya ada berbagai posisi menager yang membidangi. Hal ini menjadikan BUMDes Cempaka Mulia milik Desa Cepokokuning sangat profesional sekali,” tuturnya.
Namun demikian pengelola masih harus mengurus persyaratan pengajuan desa wisata, termasuk memenuhi syarat ada lembaga pengelola.
Potensi prospek ke depan kalau dikelola dengan baik bersama orang-orang yang luar biasa bisa maju dibanding desa lainnya.
“Rintisan desa wisata di Kabupaten Batang saat ini sudah berjumlah 32 desa rintisan dan desa wisata itu ada tiga kategori yakni rintisan, berkembang dan maju,” terangnya.
Maka, lanjut dia, jika Desa Cepokokuning bisa serius mengurus desa wisata ini, harapannya akan menjadi yang pertama desa wisata bukan rintisan lagi tapi berkembang.
“Apalagi Wakil Ketua DPRD Batang Nur Untung Slamet mendukung langsung adanya desa wisata ini, ditambah beliau yang menjadi kordinator Komisi C yang menyangkut pariwisata,” ujar dia.
Ia berharap, Desa Cepokokuning bisa bertahap menjadi desa wisata yang bisa direkomendasikan bukan untuk lokal kembali tetapi juga internasional. (HS-08)