in

Indonesia Darurat Sampah, Wamenko Pangan Apresiasi Pengolahan Sampah Plastik Jadi Petasol di Margorejo Kendal

Launching Manajemen Sampah Terpadu dan Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Petasol dan Kompetisi PF Sains 2026 di Desa Margorejo Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Kamis (11/6/2026).

HALO KENDAL – Indonesia saat ini menghadapi darurat sampah nasional yang kritis. Di mana ratusan kabupaten/kota memproduksi jutaan ton sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, saat menghadiri Launching Manajemen Sampah Terpadu dan Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Petasol dan Kompetisi PF Sains 2026 di TPS3R Desa Margorejo Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan launching dihadiri, Vice Presiden (VP) Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari, Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tri Mumpuni, perwakilan Pemprov Jawa Tengah, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania bersama anggota dewan lainnya, serta jajaran Kepala OPD terkait.

“Saat ini Indonesia benar-benar dalam kedaruratan sampah yang sangat luar biasa. Kita memiliki produksi sampah dalam satu hari mencapai 143 ribu ton per hari. Jadi kalau dikalikan setahun hampir 55 juta ton dalam satu tahun,” tandas Hanif.

Dirinya mengatakan, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama. Untuk itu, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga kewajiban seluruh masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

“Kalau Kabupaten Kendal dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa, maka produksi sampah hariannya mencapai sekitar 437 ton per hari. Ini persoalan serius yang harus kita tangani bersama. Sampah bukan hanya tugas bupati, tetapi menjadi kewajiban personal dan kewajiban kolektif seluruh masyarakat,” kata Hanif.

Ia kembali menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan juga manajemen yang baik. Menurutnya, tanpa sistem pengelolaan yang kuat dan dukungan masyarakat, teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan hasil optimal.

“Secanggih apa pun teknologi yang dihadirkan, jika manajemennya tidak disepakati dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka program ini akan terlantar. Karena itu, peran masyarakat menjadi faktor paling penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah,” tegas Hanif.

Dirinya juga menjelaskan, sekitar 60 persen komposisi sampah di Kendal merupakan sampah organik, sedangkan sekitar 23 persen berupa plastik.

“Sampah plastik inilah yang menjadi perhatian utama karena sulit terurai dan membutuhkan solusi pengolahan yang tepat agar tidak mencemari lingkungan,” jelas Hanif.

Dirinya menyebut, teknologi pirolisis yang dikembangkan mampu mengubah hampir satu kilogram sampah plastik menjadi hampir satu liter bahan bakar Pertasol.

“Ini merupakan inovasi yang sangat berarti. Dari satu kilogram sampah plastik dapat dihasilkan hampir satu liter Pertasol. Ini capaian luar biasa hasil kolaborasi BRIN dan Pertamina Foundation,” jelas Hanif.

Meski demikian, Wamenko Pangan mengingatkan agar operasional teknologi pirolisis tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Hanif juga meminta pemerintah daerah dan pengelola melakukan pengawasan terhadap gas hasil pembakaran maupun residu yang dihasilkan agar tidak menimbulkan dampak baru bagi kesehatan dan lingkungan.

“Harus banyak dorongan-dorongan, harus banyak pancingan-pancingan dalam penanggulangan sampah menjadi lebih berguna. Sehingga yang kita lakukan hari ini tidak hanya berhenti dalam sisi seremonial hari ini saja, tapi terus berkelanjutan. Ini penting sekali dan saya telah mengunjungi berbagai daerah,” harapnya.

Teknologi yang dikembangkan untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif bernama Pertasol sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah berkelanjutan dan ketahanan energi.

Peluncuran inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina Foundation, BRIN, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu juga diberikan penghargaan kepada kelompok ibu-ibu penggerak bank sampah yang dinilai berperan aktif mendukung keberhasilan program pengelolaan sampah di Desa Margorejo.

Sementara Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dalam sambutannya mengapresiasi program teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar di Desa Margorejo.

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu solusi dalam mengurangi volume sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah.

Ia juga menyinggung, Pemkab Kendal beberapa waktu lalu juga telah menjalin nota kesepakatan (MoU) dengan Pemprov Jawa Tengah dan Pemkot Semarang untuk memperluas fasilitas pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.

“Pemerintah Kabupaten Kendal mendukung penuh inovasi pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung. Kami berharap program ini dapat direplikasi di wilayah lain sehingga mampu mengurangi beban sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” ujar Bupati.

Sebelumnya VP Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari dalam sambutannya menjelaskan, Pertamina Foundation Sains (PF Sains) adalah kompetisi inovasi teknologi, yang berfokus pada pencarian dan pengembangan inovasi di bidang teknologi dan energi.

“Program ini diselenggarakan untuk mewujudkan sustainability (keberlanjutan) Indonesia dengan memberikan ruang bagi akademisi, praktisi, hingga masyarakat umum untuk merealisasikan inovasi mereka untuk pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Desa Margorejo, Suyoto menyatakan kesiapan masyarakat untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan. Ditegaskan, pihaknya bersama warga berkomitmen menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bernilai dan tidak lagi dipandang sebagai masalah semata.

“Kami siap melawan sampah, dan siap rubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Harapannya program terus mendapatkan pendampingan, sehingga benar-benar berkelanjutan,” tandasnya. (HS-06)

Gubernur Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

Sejalan OJK dan Pemkab Magelang, Bank Jateng Wujudkan Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah