HALO SEMARANG – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji ikut memberikan tanggapan terkait seorang qoriah bernama Nadia Hawasyi yang viral karena disawer oleh beberapa orang saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, di sebuah acara Maulid Nabi di Kabupaten Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu.
Dikatakan Ahmad Darodji, bahwa perilaku menyawer seorang qoriah dalam acara keagamaan memang tidak etis. Bahkan, Kiai Darodji mengatakan jika hal ini bisa ditarik ke ranah penghinaan atau penistaan agama.
“Menurut saya perilaku nyawer itu tidak sesuai dan tidak etis. Kalau itu bisa dibilang itu sebuah penghinaan. Atau mungkin penistaan agama juga,” terang Kiai Darodji, Minggu (8/1/2023).
Oleh karena itu, Kiai Daroji menyatakan bisa saja hal tersebut dibawa ke ranah perkara pidana. Namun begitu, Kiai yang juga ketua Baznas Jateng ini juga meminta sebaiknya penyawer atau yang bersangkutan meminta maaf dan pihak-pihak yang merasa dirugikan memberikan maafnya.
“Tapi mungkin bisa orang yang melakukan itu (menyawer) bisa minta maaf dan kalau sudah minta maaf ya sudah kita maafkan,” ungkapnya.
Kiai Darodji juga meminta kepada masyarakat agar tidak memperpanjang sampai memperkeruh masalah tersebut. Sehingga masing-masing pihak menahan diri dan bisa berdamai.
Seperti diketahui, dalam video yang beredar di platform media sosial, terlihat ada seorang pria yang naik ke panggung dan menyebarkan uang kepada seorang qoriah persis seperti menyawer biduan dangdut. Ada juga satu pria lain yang ikut menyelipkan uang di dalam jilbab yang dikenakan Nadia saat mengaji. Hal itu sontak menimbulkan reaksi ramai oleh masyarakat yang menganggap apa yang dilakukan orang yang nyawer tersebut tidak etis, meski di daerah tersebut ada sebuah tradisi menyawer saat acara pengajian atau keagamaan.(HS)