in

Mendekati Ramadhan 2023, Pedagang Pasar Sore Kaliwungu Diizinkan Berjualan di Shelter

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kendal, Ferinando Rad Bonay, saat memberikan keterangan, Kamis (29/12/2022).

HALO KENDAL – Pembangunan shelter pedagang di Pasar Sore Kaliwungu sudah memasuki tahap pembenahan. Dalam waktu dekat pedagang yang sebelumnya berjualan di sekitar alun-alun Kaliwungu, akan menempati shelter.

Tercatat ada 300-an pedangan yang akan menempati shelter yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar, dengan menggunakan APBD Kabupaten Kendal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kendal, Ferinando Rad Bonay, saat mendampingi Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan yang berkunjung di Pasar Sukorejo, Kamis (29/12/2022).

Dikatakan, dalam perencanaan anggaran, sebenarnya pembangunan shelter belum selesai seratus persen. Karena ada beberapa yang belum tertangani karena keterbatasan anggaran.

Meski demikian, menurut Ferinando, sesuai arahan Bupati, maka para pedagang diizinkan masuk dan berjualan di shelter.

“Karena anggarannya terbatas, jadi saat ini kita baru membuat bangunan shelter dan penerangan di sana. Kemarin sesuai arahan pak Bupati melalui pak Sekda, beliau mengizinkan para pedagang untuk masuk di shelter dan berjualan. Karena mendekati bulan puasa juga lebaran, dan itu masa para pedagang meraih keuntungan,” terangnya.

Sambil berjalan, lanjut Ferinando, di tahun 2023, pihaknya akan melanjutkan pembenahan shelter, yaitu penataan lingkungan, saluran irigasi, dan penataan pedagang dengan skat.

“Di perencanaan sebenarnya sudah ada, tapi karena keterbatasan anggaran, kita lanjutkan sambil berjalan. Yang penting bangunan shelter sudah jadi, pedagang bisa berjualan dulu,” imbuhnya.

Di sisi lain, terkait pemindahan pedagang eks Pasar Weleri ke Terminal Colt Weleri yang sebelumnya menempati relokasi pasar di Terminal Bahurekso Kendal, menurut Ferinando sudah 80 persen lebih pedagang yang pindah.

“Ya karena alasan kemanusiaan, maka pak Bupati mengizinkan para pedagang, untuk berjualan di Terminal Colt Weleri. Apalagi itu hanya sementara. Karena di bulan Oktober 2023 nanti, pedagang sudah menempati Pasar Induk Weleri yang sebelumnya terbakar dan selesai dibangun,” jelasnya.

Ferinando menegaskan, untuk pemindahan dan relokasi pedagang di Terminal Colt Weleri menggunakan anggaran pemerintah.

“Ya kalau untuk relokasi pasar menggunakan anggaran pemerintah. Cuma untuk dasaran atau lantai pasar, para pedagang sepakat untuk iuran bersama membuat cor atau plester pasar,” tandasnya. (HS-06)

Anggaran Rp 247,6 Miliar untuk Insentif Guru Ngaji dan Madrasah Diniyah

Akibat Tanggul Laut Jebol, Kawasan Pantai Marina Terendam Air Laut