HALO KENDAL – Selain harga sejumlah kebutuhan pokok, harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kendal juga mengalami kenaikan.
Kenaikan harga beras tersebut bukan disebabkan karena menjelang natal dan tahun baru, namun dikarenakan pasokan gabah yang semakin menipis.
Untuk harga beras jenis Ir-64 dari Rp 9.800 naik menjadi Rp 10.500 per kilogram, atau yang sebelumnya satu sak berisi 25 kilogram harga Rp 245 ribu, naik menjadi Rp 262.500.
Sementara untuk beras premium dari harga Rp 11 ribu naik menjadi Rp 11.500 per kilogram, dan beras mentik dari harga Rp 13 ribu naik menjadi Rp 14 ribu per kilogram.
Sedangkan beras jenis ketan, yang sebelumnya harga Rp 10.500 naik menjadi Rp 12 ribu per kilogramnya.
Menurut salah satu pedagang beras di Pasar Kendal, Zaenal, kenaikan harga beras sudah terjadi hampir satu bulan. Penyebabnya bukan karena menjelang perayaan natal dan tahun baru, namun memang untuk suplai atau stok gabah berkurang.
“Sudah terjadi dua kali kenaikan dalam sebulan ini. Suplai dan stok gabahnya berkurang. Sementara para petani baru mulai menanam padi,” ungkapnya, Selasa (20/12/2022).
Sementara salah seorang pembeli beras, Kiswati mengaku, meski harganya naik, namun mau tidak mau dirinya harus membeli. Karena kebutuhan prioritas.
“Ya biar naik, beras harus tetap kami beli. Karena kebutuhan prioritas. Soal lauk pauk nomor sekian, yang penting beras dulu,” ujarnya. (HS-06)