HALO KENDAL – Penghentian siaran televisi analog beberapa waktu lalu membuat masyarakat kini memburu alat konversi sinyal digital, yang dikenal dengan nama set top box (STB).
STB merupakan alat untuk mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara. Sehingga tv biasa bisa menangkap siaran tv digital.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kendal, melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Ahmad Syahrul Falah mengatakan, di Jawa Tengah memang sudah Analog Switch Off (ASO) yang artinya tv analog sudah tidak bisa menerima siaran tanpa bantuan peralatan digital.
“Kalau daerah lain di Indonesia masih ada yang on analognya. Jadi tidak begitu bergejolak. Kalau di Jawa Tengah analog memang sudah switch off,” ujarnya saat ditemui di ruang kerja, Rabu (7/12/2022).
Syahrul menuturkan, dengan dihentikannya tv analog, membuat masyarakat merasa kehilangan informasi dari televisi. Belum lagi saat ini ada perhelatan piala dunia yang ingin disaksikan masyarakat pertandingannya.
“Itulah yang membuat masyarakat Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Kendal berburu STB, dan membuat barang tersebut langka. Kalaupun ada tentu harganya lebih mahal,” terangnya.
Untuk itulah, lanjut Syahrul, Pemkab Kendal berusaha untuk memberikan bantuan dari Kementerian Kominfo berupa STB kepada masyarakat yang kurang mampu.
Diungkapkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo terkait pemberian bantuan STB tersebut.
“Data yang kami pergunakan adalah dari Kemendagri yang dalam hal ini ditangani oleh Dispendukcapil. Jadi kita verifikasi atau divalidasi, apakah calon penerima masih hidup dan benar-benar memiliki televisi,” ungkapnya.
Syahrul juga menjelaskan, dari 20 kecamatan di Kabupaten Kendal yang diajukan, hanya 14 kecamatan yang masuk. Dan datanya sudah dikirim ke kementerian.
“Karena ini mendesak, kami ajukan dulu ke bapak Bupati. Alhamdulillah sudah ditandatangani beliau, dan sudah kita kirim ke Kementerian Kominfo. Nah mekanismenya seperti apa nantinya kita tunggu. Karena di DKI pun masih tumpang tindih,” jelasnya.
“Jadi kita tunggu saja keputusan Kemenkominfo seperti apa, kita dapat berapa, kemudian akan kita salurkan sesuai mekanisme dan juknis yang berlaku,” imbuh Syahrul.
Sedangkan untuk mengantisipasi harga dua kali lipat untuk alat STB, Diskominfo Kendal akan berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk bisa melaksanakan operasi pasar.
“Sudah kita laporkan kepada pak kepala dinas, terkait naiknya harga STB ini, dan kita juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, untuk menggelar operasi pasar. Tentunya menunggu arahan pak Kepala Dinas (Kominfo),” imbuh Syahrul.
Sementara disinggung penyaluran bantuan STB kepada warga yang kurang mampu, dirinya menargetkan, akan dilaksanakan pada awal tahun 2023 mendatang.
Sementara menurut salah seorang warga Kelurahan Bandengan Kecamatan Kendal, Sulis, dengan dimatikannya siaran tv analog, membuat anaknya menjadi tidak ada hiburan di rumah.
Ia mengaku, ingin membeli alat STB, namun karena sulit mencari barang dan harganya mahal, dirinya mengurungkan niat membeli STB.
“Ya nunggu kalau nanti harganya sudah turun saja. Kalau sekarang kan masih mahal, karena semua pada nyari. Ya paling anak saya yang rewel kalau pengin lihat tv,” ujarnya.
Dari pantauan halosemarang.id, harga STB di Kendal bervariasi, tergantung merk. Mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribu. (HS-06)