HALO SEMARANG – Menanggapi beredarnya pesan berantai berisi produk minuman berbahaya jika dikonsumsi yang sempat ramai, salah satu pihak yang namanya tercantum yakni produk Marimas memberikan klarifikasinya.
Pihak Marimas menjelaskan, bahwa pesan berantai produk minuman berbahaya melalui akun media sosial whatsapp dan tiktok merupakan hoax atau berita bohong yang sudah lama, namun muncul kembali sehingga membuat resah masyarakat, baru-baru ini.
Dalam pesan berantai hoax tersebut mengatasnamakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan mencantumkan 19 merek produk. Di dalam akun tiktok @abenkabenk576benk memberikan pesan jika ada wabah penyakit pengerasan otak (kanker otak), diabetes dan pengerasan sumsum tulang belakang (mematikan tulang sumsung belakang). Untuk itu, maka hindarilah minuman sebagai berikut Dituliskan juga di informasi itu karena ke 19 produk itu mengandung ASPARTAME (lebih keras dari biang gula).
Saat dihubungi awak media, Humas Marimas, Lantip Waspodo mengatakan, pihaknya keberatan dan merasa dirugikan dengan adanya pesan atau informasi yang tersebar tersebut. Dirinya menjelaskan, bahwa pesan berantai di medsos adalah hoax atau berita bohong yang sudah lama tapi muncul kembali. Dan dari 19 produk di dalamnya ada salah satunya adalah Marimas.
“Itu hoax lama yang sudah beredar sejak tahun 2010 lalu dan sudah mendapatkan bantahan serta klarifikasi dari IDI, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kominfo. Hanya saja kelemahan sebagian besar masyarakat kita ketika dapat waatsapp (WA -red) langsung dishare, tidak menyaringnya dulu dan mencari informasi yang sebenarnya terlebih dahulu dari sumber-sumber terpercaya, dan lebih mudah percaya pada pesan berantai meski yang tidak diketahui sumber informasinya secara jelas,” terang Lantip, Kamis (1/12/2022).
Lantip menegaskan, bahwa produk Marimas aman dan halal untuk dikonsumsi.
“Marimas telah memiliki ijin edar dari BPOM sehingga sudah pasti aman dikonsumsi, bersertifikat halal dan sudah diekspor juga. Apalagi Marimas membuka bagi masyarakat dan siapapun yang ingin tour atau kunjungan ke pabrik untuk melihat proses produksi atau pembuatan Marimas, supaya masyarakat juga bisa melihat langsung kalau bahan yang dipakai Marimas gula asli,” pungkasnya. (HS-06)