HALO SEMARANG – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Semarang, mendukung Dinas Penataan Ruang (Distaru) yang akan melakukan penataan pemasangan reklame atau baliho di Kawasan Simpanglima Semarang. Hal ini sebagai upaya memperindah estetika kawasan Simpanglima Semarang. Sehingga tidak ada lagi anggapan di pusat Kota Semarang jadi hutan reklame.
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif mengatakan, pihaknya mendukung upaya dari Distaru Kota Semarang untuk menata baliho atau reklame di pusat-pusat kawasan strategis. “Jangan sampai Simpanglima terkesan jadi hutan reklame karena saking banyaknya baliho yang terpasang dan tidak tertata rapi,” terangnya, Selasa (29/11/2022).
Dirinya juga mengimbau, jika nantinya ditata pemasangannya dan diganti menjadi videotron untuk menggantikan yang konvensional, Pemkot Semarang harus memperhatikan dampaknya dari sisi pengusahanya juga.
“Karena dengan penggantian reklame yang diinginkan tersebut, otomatis pengusaha butuh biaya besar untuk menggantinya. Perlu didorong secara bertahap untuk bisa menyesuaikan diri,” jelasnya.
Menurut Afif, tidak harus seluruhnya reklame diganti menjadi videotron, namun butuh penyesuaian dengan titik pemasangannya. “Kalau berada di tempat yang tidak begitu strategis dan dipasang tidak mengganggu dari sisi keindahan dan kerapian, masih bisa memakai reklame yang konvensional,” katanya.
Sementara, Kepala Distaru Kota Semarang, Irwansyah mengatakan, penataan reklame atau baliho di Kota Semarang konsepnya nanti makin mendekati pusat kota akan dipenuhi dengan teknologi. Sehingga dapat meningkatkan estetika dan citra Kota Semarang.
“Ini menyangkut estetika kota, bukan hanya semata mengejar PAD (Pendapatan Asli Daerah-red),” terangnya.
Irwansyah juga berharap dengan makin ditata menjadi lebih menarik dan rapi, diharapkan akan membuat Kota Semarang makin ramai dikunjungi wisatawan. “Kota Semarang jadi jujugan orang luar untuk berwisata baik religi, MICE dan menarik orang dari luar untuk betah dan tinggal di Semarang lebih lama,” paparnya.(HS)