HALO BISNIS – PT Pegadaian Area Semarang berupaya meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, dengan menyasar para pedagang mi dan bakso.
Menggandeng Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso (Apmiso) Nusantara, Pegadaian siap memfasilitasi pembiayaan kepada para pedagang yang ada di area Semarang.
Karenanya, Pegadaian Area Semarang menggelar sosialisasi KUR Syariah kepada para pedagang mi dan bakso di The Gade Coffe & Gold, Jalan Imam Bonjol, Kota Semarang, Selasa (22/11/2022).
“Sosialisasi KUR kepada para pengusaha atau pedagang mi dan bakso diharapkan dapat memberikan pertumbuhan KUR di area Semarang hingga Rp 78 miliar,” kata Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Semarang, Yohanes Wulang, di sela sosialisasi.
Dikatakan, sejak Juni 2022 lalu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa mendapatkan pembiayaan KUR Syariah Pegadaian. Program yang menyasar para pelaku usaha mikro dan super mikro tersebut salah satunya bertujuan untuk membantu mengembangkan usaha pelaku UMKM. Khususnya pelaku usaha super mikro.
“Dengan adanya KUR Syariah Pegadaian, para pedagang mi dan bakso dapat mengembangkan usahanya atau untuk modal kerja,” ujarnya.
Sinergi dengan Apmiso, lanjutnya, diharapkan tidak hanya pada permodalan saja. Akan tetapi, para pedagang mi dan bakso dapat memanfaatkan berbagai produk investasi dan pembiayaan di Pegadaian.
Pemimpin PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Endang Pertiwi menuturkan, PT Pegadaian merupakan lembaga keuangan yang melakukan usaha penyaluran pinjaman berupa usaha pergadaian, berbasis teknologi informasi/platform digital dan non digital.
“Pegadaian saat ini gencar bertransformasi yang sekarang berbasis digital. Sehingga transaksi bisa dilakukan melalui smartphone. Transformasi ini juga dilakukan di lini produk di antaranya berupa KUR Syariah,” kata Endang Pertiwi.
Dikatakan, Pegadaian siap memberikan modal usaha untuk para pelaku UMKM dengan produknya yang saat ini sudah dikenal di kalangan masyarakat luas yaitu KUR Syariah.
“Dengan mengajukan persyaratan yang sangat mudah, para pelaku UMKM, seperti pedagang mi dan bakso, dapat mendapatkan pinjaman untuk modal usaha yaitu antara Rp 1 juta sampai Rp 10 juta,” jelasnya.
Ketua Apmiso Nusantara, Lasiman mengatakan, Apmiso memiliki kerja sama dengan Pegadaian mulai dari pusat hingga daerah. Saat ini, baik Apmiso maupun Pegadaian tinggal melakukan penguatan program.
“Di daerah-daerah, kami juga memiliki koperasi Apmiso tinggal penguatan program dengan Pegadaian. Misalnya, masing-masing koperasi bisa menjadi agen pegadaian yang bisa bermanfaat bagi koperasi dan anggotanya,” katanya.(HS)