HALO KUDUS – Di antara kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah, Kabupaten Kudus memperoleh bagian terbesar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yakni Rp 174,2 miliar.
Namun sesuai mandat Kementerian Keuangan, 50 persen dari dana tersebut digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, kesehatan 40 persen, dan penegakan hukum sebesar 10 persen.
Hal itu disampaikan Bupati Kudus, Hartopo ketika menghadiri Sosialisasi Perundang-undangan di Bidang Cukai, baru-baru ini.
Sosialisasi yang digelar Satpol PP Kudus itu, dikemas dalam bentuk pentas seni Ketoprak, di lapangan Desa Gribig, Gebog Kudus.
“Kabupaten Kudus adalah salah satu daerah penyumbang devisa terbanyak ke pusat, dari pungutan cukai rokok. Jumlahnya sebanyak Rp 37,5 triliun pertahun,” kata dia, seperti dirilis diskominfo.kuduskabupatengo.id.
Jumlah pungutan cukai rokok sebesar itu, menurut dia, tak hanya dinikmati oleh Kabupaten Kudus, melainkan ke seluruh wilayah di Indonesia. Hal itu karena pengguna dan dampak rokok, juga dirasakan oleh masyarakat seluruh penjuru nusantara.
“Jawa Tengah mendapat bagian 2 persen, sedangkan Kabupaten Kudus mendapat bagian terbesar sebanyak Rp 174,2 miliar,” kata dia.
Namun terkait penanganan wabah Covid-19, dana transfer tersebut tidak dapat sembarangan digunakan.
Sudah ada mandatori dari Kementerian Keuangan, terkait penggunaan dana cukai tersebut, yakni Peraturan Menteri Keuangan No 215/PMK.07/2021.
“Sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 215, dana cukai tidak bisa lagi digunakan untuk block grant, yang biasanya untuk pembangunan infrastruktur. Namun lebih diprioritaskan untuk specific grant, meliputi kesejahteraan masyarakat, kesehatan, dan penegakan hukum,” paparnya.
Hartopo pun menjabarkan persentase dana cukai yang diprioritaskan penggunaannya untuk penanganan Covid-19 yang masuk kategori specific grant.
“Bantuan tersebut dialihkan dalam bentuk kesejahteraan masyarakat sebesar 50 persen, kesehatan 40 persen, dan penegakan hukum sebesar 10 persen,” terangnya.
Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan pendapatan pungutan cukai, Hartopo mengajak serta masyarakat untuk ikut menggempur peredaran rokok ilegal.
“Mari bersama kita bantu pemerintah untuk menggempur peredaran rokok ilegal, sebab keberadaannya sangat merugikan pendapatan negara,” kata dia.
Muhammad Safarudin, warga setempat mengaku telah memahami penjelasan dari Bupati.
Dirinya mengaku senang atas sosialisasi yang diselenggarakan dengan menyuguhkan pentas seni tradional sehingga dapat menjadi ajang hiburan masyarakat usai 2 tahun lebih tak ada kegiatan yang bersifat kerumunan.
“Berkat penjelasan Pak Hartopo, sekarang jadi paham peruntukan dana cukai yang salah satunya buat pementasan ini. Sangat senang karena sudah mulai ada hiburan rakyat usai 2 tahun terjadi pandemi Covid-19,” kata dia. (HS-08)
Perolehan DBHCHT Provinsi Jateng dan Kabupaten Kota Tahun Anggaran 2022
| Daerah | Alokasi DBHCHT | Penegakan Hukum (10%) |
| Provinsi Jawa Tengah | 263.988.176.000 | 26.398.817.600 |
| KABUPATEN BANJARNEGARA | 8.343.854.000 | 834,385.400 |
| KABUPATEN BANYUMAS | 7.968.697.000 | 796,869.700 |
| KABUPATEN BATANG | 8.875.511.000 | 887,551.100 |
| KABUPATEN BLORA | 13,428,351.000 | 1,342,835.100 |
| KABUPATEN BOYOLALI | 23,333,499.000 | 2,333,349.900 |
| KABUPATEN BREBES | 8,370,910.000 | 837,091.000 |
| KABUPATEN CILACAP | 7,964,313.000 | 796,431.300 |
| KABUPATEN DEMAK | 28,019,333.000 | 2,801,933.300 |
| KABUPATEN GROBOGAN | 18,997,954.000 | 1,899,795.400 |
| KABUPATEN JEPARA | 9,359,796.000 | 935,979.600 |
| KAB KARANGANYAR | 15,710,413.000 | 1,571,041.300 |
| KABUPATEN KEBUMEN | 9,903,530.000 | 990,353.000 |
| KABUPATEN KENDAL | 17,446,372.000 | 1,744,637.200 |
| KABUPATEN KLATEN | 16,914,858.000 | 1,691,485.800 |
| KABUPATEN KUDUS | 174,228,491.000 | 17,422,849.100 |
| KABUPATEN MAGELANG | 17,443,521.000 | 1,744,352.100 |
| KABUPATEN PATI | 11,380,373.000 | 1,138,037.300 |
| KABUPATEN PEKALONGAN | 7,821,242.000 | 782,124.200 |
| KABUPATEN PEMALANG | 8,480,031.000 | 848,003.100 |
| KABUPATEN PURBALINGGA | 8,824,409.000 | 882,440.900 |
| KABUPATEN PURWOREJO | 9,210,422.000 | 921,042.200 |
| KABUPATEN REMBANG | 29,007,132.000 | 2,900,713.200 |
| KABUPATEN SEMARANG | 9,849,760.000 | 984,976.000 |
| KABUPATEN SRAGEN | 8,558,169.000 | 855,816.900 |
| KABUPATEN SUKOHARJO | 8,894,929.000 | 889,492.900 |
| KABUPATEN TEGAL | 9,181,145.000 | 918,114.500 |
| KABUPATEN TEMANGGUNG | 38,325,985.000 | 3,832,598.500 |
| KABUPATEN WONOGIRI | 16,402,206.000 | 1,640,220.600 |
| KABUPATEN WONOSOBO | 13,054,200.000 | 1,305,420.000 |
| KOTA MAGELANG | 7,857,023.000 | 785,702.300 |
| KOTA PEKALONGAN | 8,658,075.000 | 865,807.500 |
| KOTA SALATIGA | 7,766,911.000 | 776,691.100 |
| KOTA SEMARANG | 9,787,182.000 | 978,718.200 |
| KOTA SURAKARTA | 8,839,451.000 | 883,945.100 |
| KOTA TEGAL | 7,764,359.000 | 776,435.900 |
| Jumlah | 879,960,583.000 | 87,996,058.300 |
| Sumber : Biro Infrastruktur dan SDA SETDA Prov. Jateng (Sekretariat DBHCHT Provinsi Jawa Tengah) / dindikbud.demakkab.go.id | ||