HALO DEMAK – Bupati Demak, Eisti’anah menekankan pentingnya pemikiran Ki Hajar Dewantara, yaitu tentang asas trikon dalam pendidikan.
Hal itu disampaikan Bupati Demak, Eisti’anah, dalam acara Bimbingan teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
Kegiatan yang diikuti para anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) itu, diselenggarakan di Gedung Diklat PGRI, Kamis (10/11/22).
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyematkan kartu peserta kepada perwakilan guru yang hadir.
Dalam sambutan dan arahannya, Bupati menyampaikan tiga asas yang berawalan “kon”.
“Asas trikon terdiri atas tiga asas yang berawalan “kon” yaitu kontinyu, konvergen dan konsentris,” kata dia, seperti dirilis demakkab.go.id.
Berdasarkan asas tersebut, pengembangan pendidikan harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan terus-menerus dengan perencanaan yang baik.
“Bahwa pengembangan pendidikan bisa dilakukan dengan mengambil dari berbagai sumber, sesuai kebutuhan dan kepribadian bangsa,” kata Eisti.
Menurut dia, penerapan tiga asas akan berhasil, jika didukung oleh keluarga, perguruan (lembaga pendidikan) dan masyarakat sebagai satu kesatuan utuh dalam pendidikan.
“Oleh karena itu saya sangat berharap saudara-saudara dapat memanfaatkan kesempatan ini, untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri. Ini merupakan kunci dalam restrukturisasi dan reformasi pendidikan,” tambah Bupati.
Bupati Demak berharap agar peserta dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri.
“Saya sangat berharap saudara-saudara dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri. Ini merupakan kunci dalam restrukturisasi dan reformasi pendidikan,” tandasnya.
Sementara Ketua PGRI Kabupaten Demak, Sapon dalam laporannya menyampaikan kegiatan itu diikuti 64 anggota, terdiri aras guru TK, SD/MI, SMP/MTs.
Sapon berharap dengan adanya bimbingan teknik Implementasi Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan oleh PGRI Kabupaten Demak ini, dapat mendorong guru mampu melakukan transformasi diri, untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
Selain itu guru juga dapat mengembangkan pembelajaran peserta didik secara holistik, dalam upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
“Upaya pengembangan hasil belajar peserta didik secara holistik di satuan pendidikan dapat diwujudkan apabila kepala sekolah dan guru memiliki kapasitas dan kompetensi yang menjadi kunci dalam melakukan restrukturisasi dan reformasi pendidikan,” kata Sapon.
Pada kegiatan ini, kapasitas dan kompetensi tersebut akan ditingkatkan melalui bimbingan dan pendampingan.
Kepala Sekolah dan guru diberikan pelatihan pedagogik dan penilaian agar mampu menerapkan kurikulum merdeka dengan metode tersebut, dan selanjutnya didesiminasikan di sekolah untuk lebih memperkuat pemahaman dan keterampilan yang diperolehnya. (HS-08).