HALO BATANG – Kabupaten Batang berpenduduk 810.000 orang, saat ini masih menghadapi masalah kemiskinan dan pengangguran. Angka kemiskinan di wilayah ini mencapai sekitar 9,6 %, dengan tingkat pengangguran 6,59 %. Adapun untuk pencari kerja, sampai Oktober 2022 ini sebanyak 12.800 orang.
Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, dalam acara penandatanganan Rencana Tenaga Kerja (RTK) tahun 2022 hingga 2027, di aula kantor Bupati Batang, Kamis (3/11/2022).
Penandatanganan dilaksanakan Pemkab Batang, bersama Kemnaker RI, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dalam acara itu, diselenggarakan pula pengukuhan Tim Koordinasi Daerah Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, serta meresmikan pengembangan dan integrasi Batang Carreer.
“Melihat hal itu, kita akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), sesuai pasar kerja yang dibutuhkan saat ini, khususnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), dengan menggelar pelatihan kerja,” kata Lani Dwi Rejeki, seperti dirilis batangkab.go.id.
Lani Dwi Rejeki juga mengatakan, tiga kegiatan ini untuk memfasilitasi ketersediaan dan kebutuhan tenaga kerja, serta sumber daya daerah lainnya, dalam memberikan gambaran perluasan kerja di Kabupaten Batang.
“Tujuan aksi memberikan gambaran kebijakan Pemkab Batang, dalam memfasilitasi kebutuhan tenaga kerja dan sumber daya daerah lainnya,” kata dia.
Tidak hanya itu, harapannya bisa memberikan informasi dunia usaha dengan berkomunikasi asosiasi pengusaha, maka harus bisa membuka informasi tentang lowongan pekerjaan yang mereka butuhkan sehingga bisa dipublikasikan.
Publikasinya terdiri atas informasi dan suplai, yang akan masuk langsung ke aplikasi Batang Carreer, E-Makaryo, dan Siapkerja, dan semua akan muncul secara terintegrasi.
“Jadi bisa diintegrasikan dari sertifikasi, penempatan pada Batang Carreer, sampai dengan pengawasan nanti jika sudah diterima kerja,” kata dia.
Sementara itu, Staf Ahli Kemnaker RI, Ismail Pakaya, mengatakan pengembangan aplikasi Batang Carreer, dilakukan guna untuk menunjang dan memfasilitasi SDM.
“Melalui aplikasi Batang Carreer, akan saling terintegrasi dengan aplikasi Siapkerja dari Kemnaker RI,” tuturnya.
Menurutnya, pada layanan digital Siapkerja ini, terintegrasi pada empat pelayanan ketenagakerjaan secara digital.
“Pertama adalah Skillhub, yakni sebuah pelayanan yang mengkhususkan pada peningkatan kompetensi angkatan kerja Indonesia agar makin tinggi dan memenuhi kriteria kebutuhan tenaga kerja baik dari sektor industri maupun sektor lainnya. Skillhub meliputi Skilling, Reskilling dan Upskilling,” kata dia.
Kedua Sertihub, yaitu pelayanan sertifikasi ketenagakerjaan untuk standar kompetensi dengan kualitas yang terjamin untuk setiap pelatihan. Sertifikasi ini juga menjadi acuan baik untuk para pencari kerja dan pemberi kerja dalam mengikuti pelatihan dalam rangka reskilling dan upskilling.
Ketiga Karirhub, yaitu menghubungkan para pencari kerja dengan pemberi kerja. Portal ini diharapkan menjadi jembatan yang efektif dalam rangka link and match ketenagakerjaan dimana tenaga kerja yang kompeten, mempunyai skill serta bersertifikat dapat bertemu dengan mudah dengan perusahaan yang membutuhkan calon pegawai yang kompeten.
Keempat Bizhub, di mana portal ini adalah memberikan pelayanan kepada angkatan kerja yang mempunyai minat sebagai Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang terhubung dengan pelatihan bisnis, mentoring, jaringan usaha, hingga pembiayaan modal usaha.
“Hal ini memudahkan kepada pengantar kerja, memudahkan bagi pemberi kerja, dan pencari kerja. Sistem itu dibangun untuk memberikan kemudahan, jangan sistem dibangun itu justru menambah keruwetan,” kata dia. (HS-08)