in

DPRD Kota Semarang Dukung BPBD Lakukan Pemasangan EWS di Daerah Rawan Banjir Antisipasi Musim Hujan

Salah satu Alat Early Warning System (EWS) peringatan dini banjir terpasang di Banjir Kanal Timur tepatnya di Jembatan Majapahit Semarang.

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang terus mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melaksanakan pemasangan System Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini, guna meminimalisir dampak jika terjadi bencana terutama di daerah rawan banjir. Apalagi, saat ini di sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, termasuk di Kota Semarang dan sekitarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif meminta pihak BPBD mendorong untuk segera melaksanakan pemasangan EWS seperti di daerah-daerah yang dianggap rawan bencana banjir. Sebab, di beberapa daerah menjadi langganan banjir setiap tahunnya jika musim hujan tiba.

“Kami mendorong BPBD melakukan pemasangan EWS di beberapa daerah seperti daerah aliran sungai (DAS) yang memang kemungkinan besar terkena luapan air sungai jika hujan deras turun. Dengan adanya EWS ini, masyarakat bisa antisipasi lebih dini dan siaga untuk mengungsi mencari tempat yang aman jika banjir datang,” terangnya, Minggu (16/10/2022).

Dikatakan Afif, EWS ini penting untuk meminimalisir dampak bencana banjir maupun tanah longsor, sehingga masyarakat siap setiap saat jika terjadi bencana. “Pemasangan EWS di sungai Kalipancur dan beberapa titik lainnya yang dianggap rawan bencana, kami beri dukungan yang kuat untuk mengurangi dampak bencana yang ditimbulkan. Kami meminta jika anggaran pengadaan EWS tahun 2022 ini masih memungkinkan untuk ditambah peralatan lagi di titik-titik lainnya yang memiliki kerawanan. Ini program penting untuk kemananan sekaligus antisipasi bagi masyarakat sebelum terjadinya banjir atau bencana lainnya,” imbuhnya.

Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono mengatakan, di anggaran 2022, pihaknya memasang total lima unit EWS yang tersebar di beberapa wilayah. Yakni di aliran Kali Kreo di Kelurahan Jatibarang, Kelurahan Bendanduwur, Kelurahan Pudakpayung, Karangtempel (jembatan Majapahit) dan Kelurahan Kalipancur. Kelima unit EWS saat ini telah terpasang semua pada akhir September ini.

“EWS ini berguna untuk memantau permukaan atau debit air sungai saat tinggi akibat turun hujan deras bisa dimonitor. Sistem ini menggunakan jaringan internet. Teknisnya nanti menggunakan aplikasi di Android, atau smartphone. Dan kami juga sudah meminta masyarakat untuk mempraktikkan teknis atau cara kerjanya seperti apa. Jadi bisa dilihat dan dibuka setiap saat oleh masyarakat sekitar jika ingin mengetahui kondisi debit sungai saat hujan turun cukup deras, mereka bisa langsung membuka aplikasi yang sebelumnya telah dipraktrikkan dengan tim teknis BPBD,” jelasnya.

“Kalau membuka aplikasi ini masyarakat bisa melihat di handphonenya apakah terdapat warna hijau, kuning, dan merah. Jika posisi aplikasi berwarna merah, artinya alat berfungsi dengan mengeluarkan bunyi sirine untuk peringatan dini akan terjadinya banjir. Sehingga masyarakat bisa mengantipasi segera mengungsi mencari tempat yang aman,” paparnya.

Sebelumnya, lanjut dia, pihaknya pada tahun 2020 juga memasang EWS di Mangkang Wetan, Wonosari dan Sungai Beringin. Dan tahun 2021, di Mangkang Kulon, DAS Kali Plumbon (2) dari hulu sampai hilir), lalu Dinar Indah (1) dan Karangroto, Genuk (1).(HS)

Persiapan Porwanas XIII/2022 Jatim, Tim Biliar Siwo Jateng Gelar Pemusatan Latihan

Bulan Inklusi Keuangan 2022, PT BPR BKK Blora Gelar Lomba Mewarnai PAUD  TK dan KB