in

Jaga Kestabilan Harga Dampak Inflasi, Ini Langkah-langkah Sekda Kota Semarang

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang sudah merancang berbagai langkah atau cara untuk antisipasi dampak tekanan ekonomi global yang diprediksi akan terjadi inflasi tinggi. Pemerintah kota berupaya agar dampak inflasi di Kota Semarang tidak terlalu tinggi dan tetap terjaga kestabilan harga di masyarakat.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin menyampaikan, pihaknya tidak hanya menjalankan pembangunan infrastuktur saja, namun juga ekonomi, sosial dan budaya.

“Kita juga bekerja untuk menekan dampak inflasi, menjaga kestabilan inflasi yang tinggi tidak terjadi, yaitu bisa di angka sekitar 5 persen itu sudah bagus,” terangnya, Kamis (13/10/2022).

Adapun langkah yang dilakukan pemerintah kota, dia mengungkapkan mengajak sejumlah pihak yang berkompeten untuk berdiskusi mengenai masalah sosial ekonomi.

“Sehingga nantinya kita rancang untuk diimplementasikan di lapangan meski hasilnya belum lengkap,” imbuhnya.

Kemudian data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga sudah dikumpulkan agar bisa ditekan sekecil mungkin.

“Bahkan, setiap kemungkinan terjadinya kenaikan harga bahan pangan terus kita monitor itu. Jangan sampai ada kelangkaan kebutuhan pokok di pasaran imbas dari inflasi yang tinggi ini,”paparnya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

“Jika ternyata biaya transportasi atau angkutannya mahal, langkah kita untuk ambil komoditas tersebut dengan menyediakan truk dari pemerintah,” ungkapnya.

Di samping itu, pihaknya akan melaksanakan operasi pasar jika memang terjadi gejolak harga yang signifikan untuk terjunkan ke lapangan.

“Ini kita anggarkan dalam APBD. Dan tim pengendalian inflasi bisa bergerak memastikan bahan pangan tetap aman,” jelasnya.

Sekda juga menambahkan dari segi program pembangunan infrastruktur tetap berjalan.

“Misalnya sekarang berupa peningkatan jalan Gajah, jalan Medoho, dan jalan Supriyadi. Memang masih ada banyak pekerjaan rumah terkait pembangunan untuk mengatasi rob dan banjir karena ini butuh dana yang besar sehingga kita harus bersinergi dengan baik pemerintah pusat dan provinsi,” pungkasnya. (HS-06)

Pengurus Karangtaruna di Rembang Dibekali Keterampilan Videografi dan Sinematografi

Pilar Jembatan Gantung Juwero Kendal Ambruk, Warga Mengaku Was – Was saat Melintas