HALO CILACAP – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji meminta jajarannya siap untuk membantu warga yang terkena dampak banjir. Tak hanya menyalurkan bantuan, jajaran Pemkab Cilacap juga harus siap membantu warga di pengungsian dan menjaga agar mereka tidak sakit.
Hal itu disampaikan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, ketika bersama Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Yudha Airlangga, meninjau lokasi banjir, Sabtu (8/10/2022).
Lokasi yang ditinjau yakni Desa Bojong, serta Desa Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten, dan Desa Cilibang Kecamatan Jeruklegi.
Bupati Tatto Suwarto Pamuji menginstruksikan seluruh jajarannya untuk siaga, dan siap melakukan penanggulangan bencana.
Terlebih Kabupaten Cilacap merupakan daerah dengan kerawanan bencana tinggi, dan banjir merupakan bencana yang selalu terjadi tiap tahun.
“Mau tidak mau kita harus siap menghadapi musim hujan seperti ini. Saya juga bawa Kepala Dinas Sosial untuk menyiapkan dapur umum. Kemudian, dokter harus siap, jangan sampai ada pengungsi yang sakit,” tegas Bupati, seperti dirilis cilacapkab.go.id.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cilacap, Arida Puji Hastuti menjelaskan, bantuan yang dikirimkan menyesuaikan jumlah warga di balai pengungsian.
Pihaknya juga akan menyiapkan dapur umum pada enam lokasi di tiap desa. Antara lain Desa Kalijeruk, Mentasan, Bojong, Kawunganten dan beberapa desa lainnya.
“Bantuan menyesuaikan dengan pengungsinya. Saat ini ada 2.500 pengungsi dan kita cukupi sesuai kebutuhan. Nanti secara bertahap dikirim, kalau kurang dikirim lagi,” kata dia.
Dalam kunjungan tersebut, turut menyertai, Komandan Kodim 0703/Cilacap Letkol Inf. Andi Afandi, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Wijonardi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cilacap, Arida Puji Hastuti, serta sejumlah tim relawan.
Di Desa Bojong, Bupati dan Danrem menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat terdampak, melalui kepala desa setempat.
“Bantuan yang kami berikan adalah beras, sembako, pakaian untuk anak-anak dan wanita. Kami tidak sendiri, melainkan dibantu Pemkab Cilacap,” kata Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf. Yudha Airlangga.
Untuk diketahui, sebanyak 6 desa di 3 kecamatan di Cilacap, terendam banjir akibat hujan yang turun dengan intensitas tinggi sejak Jumat (7/10/2022) siang.
Hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, hingga pukul 23.00 WIB, tercatat ada 213 keluarga dengan 852 orang yang terdampak.
Sebanyak 132 keluarga di antaranya bahkan harus mengungsi ke balai desa setempat, karena tempat tinggal mereka terendam hingga lebih dari satu meter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, di Kecamatan Kawunganten di Desa Bojong ada 81 keluarga dengan 124 jiwa yang terdampak.
“Banjir juga merendam 1 sekolah MI, 2 mushala, dan mengakibatkan kemacetan pada ruas jalan Provinsi Desa Bojong-Kubangkangkung. Sedangkan di Kecamatan Majenang, wilayah yang terdampak yakni Desa Salebu masing-masing dusun Nyakra, Karanggedang, dan Cigadung genangan sekitar 70 sentimeter,” jelasnya.
Kemudian di Kecamatan Jeruk Legi, masing-masing di desa Jeruk Legi Wetan ada 57 keluarga dengan 228 penduduk yang terdampak; Desa Brebeg sebanyak 5 keluarga 20 Jiwa mengungsi; Desa Cilibang sebanyak 19 keluarga dengan 76 penduduk yang mengungsi, dan Desa Prapagan sebanyak 51 keluarga dengan 204 orang yang mengungsi. Ketinggian genangan air pada wilayah tersebut berkisar 30-50 sentimeter.
Saat ini BPBD Cilacap bersama Dinas Sosial tengah bersinergi menyiapkan dapur umum untuk keperluan warga masyarakat yang terdampak.
Selain itu, bantuan permakanan dan obat-obatan serta pakaian juga mulai disalurkan. (HS-08)