HALO SPORT – Klub PORA Kusuma Harapan tampil sebagai juara sub cabang olahraga polo air Walikota Cup IX. Pada laga final di Depok Sport Centre (DSC), Yogyakarta, Rabu (5/10/2022), Kusuma Harapan mengalahkan Indonesia Star Aquatic (ISA) dengan skor cukup telak 20-5.
Kusuma Harapan menunjukkan penampilan terbaik saat menghadapi ISA. Meski sempat mengalami kesulitan pada gim pertama karena kedua tim saling serang, Kusuma Harapan akhirnya secara perlahan meninggalkan rivalnya. Mereka kian meninggalkan ISA pada gim ketiga dan empat sehingga berhasil meraih gelar juara.
Pencapaian klub asal Jakarta ini kian lengkap karena sang kapten, Richley Gregorius Legawa, terpilih sebagai pemain terbaik. Sedangkan rekannya, Erwin Rostam menjadi kiper terbaik. Posisi top scorer direbut Alfa Rasendriya dari ISA.
Pemilik klub Kusuma Harapan, Rida Farida, menuturkan keberhasilan tim meraih gelar juara tidak terlepas dari latihan keras yang dijalani para pemain. Pasalnya, mereka memang memasang target juara di Walikota Cup.
“Latihan mereka sungguh luar biasa. Kalau ingin juara, latihan mereka tidak boleh setengah-setengah. Saya tentu senang bisa memenuhi target juara. Ini sekaligus pemanasan karena kami akan tampil di kejuaraan internasional di Malaysia,” ujar Rida, mantan atlet balap sepeda putri yang meraih emas di Open Road Race SEA Games XIV tahun 1987.
Usai berlaga di Yogyakarta, Kusuma Harapan akan berangkat ke Malaysia mengikuti 1st Kuching International Water Polo Cup, akhir November ini. Menurut Rida, tim tetap menargetkan juara di turnamen internasional itu.
Klub Kusuma Harapan hanya tampil di subcabor polo air di Wali Kota Cup IX. Kejuaraan itu sesungguhnya menggelar tiga subcabor, polo air, renang indah dan renang lintasan yang diikuti 4000 atlet dari berbagai klub di seluruh Indonesia. Untuk subcabor polo air sudah digelar lebih dulu pada Senin (3/10/2022). Sedangkan renang indah dan renang lintasan mulai dilaksanakan pada Jumat (7/10/2022) hingga Minggu (9/20/2022).
Ketua Pelaksana Walikota Cup IX Septi Sri Rejeki mengatakan bila kejuaraan yang diikuti klub-klub seluruh Indonesia ini untuk kali pertama mengelar tiga subcabor. Sebelumnya, kejuaraan hanya menggelar satu subcabor, yaitu renang lintasan.
“Sebelumnya, Walikota Cup hanya menggelar satu subcabor. Walikota Cup juga menjadi salah dua dari lima event di Indonesia yang mendapat rekomendasi di PB PRSI dan masuk kalender nasional. Dari DIY sendiri ada dua event, yaitu Walikota Cup dan KRAS atau Kejuaraan Renang antarSekolah dan Perguruan tinggi,” kata Septi.
Menurut Septi sebuah event mendapat rekomendasi di PB PRSI bila sudah diseenggarakan setiap tahun minimal tiga kali secara berturut-turut. Sedangkan syarat lain seperti peserta dan panitia dalam pelaksanaan serta kategori event yang berskala nasional.
“Karena mendapat rekomendasi dan masuk kalender rutin, kejuaraan bersifat terbuka dan berskala nasional. Untuk Walikota Cup tahun ini ada klub-klub dari Papua, Sulawesi dan Maluku yang tampil,” ucapnya.(HS)