HALO KENDAL – Sebagai wilayah yang secara geografis di pesisir pantai dan dengan ribuan nelayan, ternyata tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Kendal cukup rendah. Yakni 30,8 kilogram per kapita per tahun.
Angka ini lebih rendah dari konsumsi ikan se-Jawa Tengah yang mencapai 40 kilogram per kapita per tahun, bahkan lebih rendah secara nasional yang mencapai 50 kilogram per kapita per tahun.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo, Minggu (25/9/2022). Untuk itu, pihaknya terus menggencarakan gerakan makan ikan, terutama kepada anak-anak, dalam upaya pencegahan stunting di Kendal.
“Konsumsi makan ikan masih rendah, makanya kami terus melakukan gerakan makan ikan, terutama kepada anak-anak balita untuk membantu mencegah stunting,” ungkap Hudi.
Menurutnya, produksi ikan di Kabupaten Kendal sebenarnya melimpah, namun banyak dijual ke luar daerah. Bahkan ada yang diekspor ke luar negeri, salah satunya udang paname.
“Banyak yang dikirim ke luar daerah, seperti ikan tongkol, teri yang dikirim sampai ke Jakarta, bahkan ada yang dikirim ke luar negeri, seperti udang paname,” jelas Hudi.
Bukan hanya itu, Kendal juga memiliki beberapa Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang setiap hari aktif beroperasi. Yakni TPI Tawang, TPI Tanggul Malang, TPI Bandengan dan TPI Karangsari.
“Selain itu juga banyak para pelaku budi daya ikan tambak dan air payau di beberapa wilayah, seperti budi daya ikan bandeng, ikan nila dan ikan lele,” beber Hudi.
Untuk meningkatkan gerakan gemar makan ikan di masyarakat, pihak DKP melakukan upaya di antaranya mengadakan pelatihan budi daya ikan dan inovasi olahan ikan.
Pelatihan digelar DKP Kendal berkolaborasi dengan berbagai pihak, untuk menggerakkan budi daya ikan di rumah. Misal dengan memelihara ikan lele di ember atau damber. Dengan demikian, masyarakat tidak harus beli ikan, tetapi bisa budi daya sendiri di rumah.
“Program Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, juga mengadakan pelatihan olahan ikan bersama TP PKK supaya tidak bosan makan ikan yang hanya digoreng saja,” ujar Hudi.
Sebelumnya, Ketua Pokja 3 TP PKK Kabupaten Kendal, Waode Selfi Davia mengatakan, pelatihan memasak olahan ikan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan upaya gemar makan ikan, terutama kepada anak-anak balita.
Dijelaskan, untuk mengatasi stunting memang harus dilakukan oleh semua pihak, seperti juga TP PKK, salah satunya dengan mengadakan pelatihan memasak olahan ikan.
“Dengan demikian anak-anak menjadi gemar makan, sehingga menjadi anak yang sehat, cerdas dan terhindar dari stunting,” jelas Waode, saat pelatihan memasak olahan ikan, belum lama ini.(HS)