HALO KUDUS – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menyapa para tokoh dan umat Buddha di Vihara Vajra Bodhi Manggala Kabupaten Kudus.
Dalam pertemuan perdananya, sehari setelah dilantik oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas, Supriyadi mengajak para tokoh dan umat Buddha, untuk terus mengedepankan kehidupan beragama yang rukun dan damai.
“Kami berharap seluruh umat Buddha Indonesia, khususnya di Kabupaten Kudus, tetap mengedepankan kehidupan beragama yang rukun, damai, dan harmonis dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata dia, di Kudus, Sabtu (18/9/2022), seperti dirilis kemenag.go.id.
Supriyadi mengatakan, manakala kerukunan dan kedamaian dapat dijaga, pembangunan akan dapat terus berlangsung dan berjalan.
Hal itu menjadi syarat dalam mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan seluruh masyarakat Indonesia.
Kepada siswa-siswa Sekolah Minggu Buddha (SMB) dan para siswa yang bersekolah di sekolah umum lainnya, Supriyadi berpesan untuk terus semangat dalam belajar agar dapat menemukan makna dari apa yang dipelajari.
“Siswa SMB dan siswa di sekolah umum lainnya, untuk dapat mengerti dan memaknai apa yang dipelajari. Janganlah cepat putus asa, manakala mendapatkan sesuatu hal yang tidak mudah dipahami atau kesulitan apapun,” kata dia.
Menurut Supriyadi, sesungguhnya kesulitan apapun yang dihadapi adalah sesuatu pembelajaran baru, untuk bisa menemukan penyelesaian dari apa yang dihadapi.
“Itulah proses pendewasaan kita untuk tumbuh dan berkembang dalam kehidupan di dunia ini,” kata dia.
Supriyadi menambahkan, dirinya sudah hampir 30 tahun mengabdi pada Ditjen Bimas Buddha.
Namun dia merasa masih belum banyak yang dapat dibanggakan, karena belum banyak yang dilakukan untuk umat Buddha Indonesia dan di Kabupaten Kudus.
Meski demikian, semuanya harus tetap semangat untuk terus melakukan hal yang terbaik bagi bangsa dan negara.
“Belajar di mana pun, bekerja di mana pun bukanlah suatu usaha hanya untuk mendapatkan sesuatu yang membahagiakan bagi kita sendiri. Tetapi sesungguhnya, di mana pun kita beraktivitas dan bekerja, yang perlu kita wujudkan adalah agar segala sesuatu yang dilakukan dapat memberikan kebahagiaan untuk semuannya,” ungkap Dirjen.
Supriyadi menambahkan, kebahagiaan sesungguhnya tidak hanya untuk dinikmati diri sendiri tetapi juga harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bangsa serta negara.
Hadir dalam acara temu tokoh dan umat Buddha ini, Bhante Pabbakaro Mahathera, Bhante Cattamano Mahathera, Komandan Korem 073 Makutha Rama, Dandim 0722 Kabupaten Kudus, DPRD Kabupaten Kudus, Camat Undaan, Kapolsek dan Danramil Undaan, Kepala Desa Kutuk, Pembimas Buddha Provinsi Jawa Tengah, Ketua Walubi Kabupaten Kudus, Ketua Majelis, umat Buddha dan tamu undangan. (HS-08)