HALO KENDAL – Rencana Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh Pemerintah Kabupaten Kendal membuat para pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya berjualan di Alun-alun Kaliwungu merasa kebingungan.
Hal tersebut diungkapkan Persatuan Pedagang Alun-alun Kaliwungu (Pepak) saat beraudiensi dengan Komisi B DPRD Kabupaten Kendal, Rabu (24/8/2022).
Namun hal tersebut terjawab sudah, dengan segera dibangunnya selter untuk 300 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dianggarkan Rp 2,3 miliar.
Dalam audensi yang menghadirkan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag), Ferinando Rad Bonay tersebut didapatkan jawaban, jika nantinya saat revitalisasi Alun-alun Kaliwungu dimulai, pedagang akan direlokasi ke tempat parkir Masjid Agung Al Muttaqin Kaliwungu.
Ferinando mengatakan, bahwa terkait dengan selter yang diperuntukkan bagi PKL tahun ini sudah dianggarkan.
Dirinya mengaku, sangat memahami akan kekhawatiran yang dirasakan para PKL jika proses revitalisasi segera dimulai dan mereka direlokasi, sedangkan di sisi lain selter bagi mereka belum didirikan.
“Alhamdulillah, kekhawatiran pedagang sudah terjawab dan jumlah selternya nanti juga sesuai dengan jumlah pedagang yang mencapai 300 pedagang dengan ukuran 2 meter kali 2 meter,” terangnya.
“Anggaran pembangunan selter bagi PKL Alun-alun Kaliwungu mencapai Rp 2,3 miliar,” imbuh Ferinando.
Sementara terkait dengan tempat relokasi PKL saat proses revitalisasi Alon-alon Kaliwungu dimulai, dirinya juga mengaku, akan meminta kepada pengurus Masjid Agung Kaliwungu agar parkir sebelah timur bisa digunakan sementara untuk para PKL sampai proses pembangunan selter selesai dibangun.
Ketua Pepak, Mahfud mengungkapkan, para pedagang sebenarnya sangat mendukung adanya pembangunan revitalisasi di Alun-alun Kaliwungu tersebut. Karena akan mempercantik alun-alun. Namun mereka meminta supaya selter untuk pedagang juga dipersiapkan.
“Rencananya, para PKL yang berjualan di sekitar Alun-alun Kaliwungu bakal ditempatkan dalam selter baru yang berada di sisi selatan, bersebelahan dengan Kantor Balaidesa Kutoharjo. Namun sampai sekarang belum didirikan,” ungkap Mahfud, Kamis (25/8/2022).
Menanggapi permasalahan yang dialami PKL tersebut, dirinya kemarin bersama dengan pengurus lainnya mengadu ke Komisi B DPRD Kabupaten Kendal.
“Iya kemarin kita beraudiensi dengan Komisi B meminta agar dinas terkait terlebih dahulu membangunkan selter bagi pedagang,” imbuh Mahfud.
Dirinya bersama pengurus lain mengaku bersyukur, dari audiensi tersebut bisa menyampaikan permasalahan yang mereka alami selama ini dan bisa terjawab.
Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kendal, Tardi mengatakan, hasil dari audiensi mendapatkan sebuah kepastian bahwa akan dibangun selter bagi PKL di tahun 2022 ini, dan tempat relokasi PKL tak jauh dari Alun-alun Kaliwungu.
“Dari hasil Audiensi antara Komisi B dengan Pepak dan Disdag Kabupaten Kendal, juga didapatkan kepastian jika pembangunan selter maupun revitalisasi Alun-alun Kaliwungu akan selesai pada akhir tahun ini,” kata Tardi. (HS-06)