in

Berpotensi Undang Wisatawan, Bupati Pekalongan Minta Festival Budaya Djayengrono Dilestarikan

 

HALO PEKALONGAN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq meminta masyarakat bisa melestarikan dan mengembangkan Festival Budaya Djayengrono, sehingga dapat memajukan Desa Kauman, Kecamatan Wiradesa.

Harapan itu diungkapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, ketika belum lama ini membuka Festival Budaya Djayengrono, di desa tersebut.

“Ini yang memang harus dilestarikan. Dua tahun kemarin, karena pandemi Covid-19, kegiatan masih dibatasi. Insya Allah mulai tahun ini kegiatan sudah boleh berjalan semuanya, yang penting prokesnya dijaga,” kata Fadia, seperti dirilis pekalongankab.go.id.

Bupati berharap festival budaya tersebut juga bisa turut memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Desa Kauman dan sekitarnya. Dengan demikian usaha milik warga itu bisa maju dan berkembang, dan perekonomian bisa segera pulih.

Menurutnya, selain dapat menjadi sarana bagi desa atau kecamatan untuk menampilkan potensinya dan keunggulan daerahnya, festival ini juga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan, untuk datang ke desa tersebut.

“Sehingga warga dari daerah lain akan berbondong-bondong ke sini. Dan juga Wiradesa terkenal dengan batiknya, jika ikut dalam pameran dan dipopulerkan, orang dari daerah lain akan datang ke sini. Tinggal dikemas dengan cantik,” kata Fadia.

Bupati juga menyampaikan agar desa bisa mengangkat potensi wisata ziarah di desa tersebut.

“Makam tokoh masyarakat, Bapak Djayengrono dan lainnya dapat membuat wisata religinya bisa terkenal,” ujar Fadia.

Bupati juga menyatakan senang dan bangga dengan penyelenggaraan featival tersebut.

“Saya kagum kepada anak-anak muda dan maayarakat. Ini sederhana namun menarik. Saya senang sekali, saya bahagia sekali. UMKMnya juga antusias sekali,” ungkap bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia  juga menyampaikan dukungannya terkait usulan Desa Kauman sebagai Desa Wisata.

“Mudah-mudahan Desa Kauman bisa menjadi desa wisata. Saya sangat mendukung sekali.

Ketua Panitia, Eka Kustiana melaporkan rangkaian Festival Budaya Djayengrono, yang antara lain diisi dengan napak tilas.

“Yaitu napak tilas Djayengrono, pembukaan atau opening ceremony, bazaar produk unggulan dan jajan jadul Desa Kauman, sarasehan budaya, lomba mewarnai tingkat TK se-Kabupaten Pekalongan, pentas budaya warga Desa Kauman, serta jalan sehat dan khitanan masal. Festival digelar selama 3 hari,” terang Eka.

Hadir dalam pembukaan festival tersebut, Kepala.OPD terkait, Forkopimcam Wiradesa, Lurah dan Kades se-Kecamatan Woradesa, Ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, para alim ulama, para kiai serta masyarakat Desa Kauman dan sekitarnya. (HS-08)

Kirab Budaya Nusantara Peringatan Haul Ke-520 Ki Ageng Pandanaran

“Canting” hingga “Pocong” Ikut Karnaval di Wonopringgo, Bupati Pekalongan : Semuanya Unik dan Kreatif