in

Haul ke-51 KH Nur Fatoni, Pengasuh Ponpes Tertua di Kendal

HALO KENDAL – Haul KH Nur Fatoni ke-51 digelar di makam dekat Pondok Pesantren An Nur, Dusun Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Sabtu (20/8/2022).

Pondok Pesantren An Nur yang didirikan oleh KH Ahmad Noer pada tahun 1884 tersebut, dikenal sebagai pondok khas bangunan tua dan masih mempertahankan pengajaran salafi murni kepada para santrinya.

Acara haul dihadiri Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, Dr KH Abdul Ghafur Maimoen, dan diikuti para santri Ponpes An-Nur, serta masyarakat di Kabupaten Kendal.

Pengasuh ponpes, KH Izzuddin Abdussalam mengatakan, Pondok Pesantren An-Nur Kersan ini didirikan oleh KH Ahmad Noer, yang terkenal dengan sebutan Mad Noer 138 tahun lalu.

Dijelaskan, KH Nur Fatoni merupakan generasi ketiga, putra dari KH Ahmad Jalal yang mengasuh Ponpes An Nur ini.

Menurut Izzuddin, semasa hidupnya KH Nur Fatoni merupakan guru yang sangat khusuk dalam beribadah, dan sangat perhatian dengan para santrinya.

Sehingga banyak melahirkan para kiai untuk terus berjuang menyebarkan kebaikan di Kabupaten Kendal.

“Selama 44 tahun KH Nur Fatoni mengasuh pondok pesantren ini, dengan penuh khidmah dan dedikasi. Beliau meninggal dunia tahun 1973,” ungkap Izzudin.

Dirinya menyampaikan terima kasih kepada semua masyarakat yang hadir, baik para kiai maupun masyarakat umum.

“Kami ucapan terima kasih, kepada Pemerintah Kabupaten Kendal Bapak Bupati yang berkenan hadir langsung dalam kegiatan haul ini,” imbuh Izzudin.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto memberikan apresiasi kepada semua yang hadir. Menurutnya, kegiatan ini merupakan acara agamis yang berguna dan bermanfaat bagi semua.

“Kita mengapresiasi kegiatan ini, dalam rangka untuk memperingati atau kembali mengingat kiprah KH Nur Fathoni dalam membangun dan berkontribusi terhadap kemajuan Kabupaten Kendal,” ujarnya.

Dico juga mengatakan, bahwa Pondok Pesantren An Nur ini merupakan salah satu yang pertama ada di Kabupaten Kendal, dan mayoritas para kiai asal Kendal ini mondok di pesantren ini.

Untuk itu, kiprah dan apa yang sudah diperjuangkan dari KH Nur Fathoni ini perlu diperingati, sehingga Kabupaten Kendal saat ini menjadi aman dan tentram.

“Kita sebagai masyarakat Kabupaten Kendal sebagai generasi penerusnya harus selalu mengingat dan terus berupaya memperjuangkan apa yang sudah diperjuangkan oleh Simbah KH Nur Fathoni,” ungkap Dico.

Menurut Bupati, perjuangan KH Nur Fathoni ini tidak hanya di bidang agama saja, namun juga memastikan bahwa masyarakatnya aktif dalam kegiatan yang positif dan produktif.

“Baik di bidang agama, budaya dan sosial untuk membangun masyarakat agar lebih baik lagi,” imbuh Dico.

Tak lupa dirinya juga mengimbau kepada masyarakat, agar kegiatan baik ini harus terus dilestarikan.

“Pemerintah Kabupaten Kendal sangat mendukung para santri untuk terus belajar agar bermanfaat bagi keluarga, masyarakat bangsa dan negara,” pungkas Dico. (HS-06)

Penggerebekan Judi Online di Purbalingga, Kapolda: Ini yang Terbesar yang Diungkap

Relawan Rumah Putih Sugiono Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Untuk Warga Kota Semarang