HALO SEMARANG – Dalam upaya turut serta menekan jumlah stunting di Provinsi Jawa Tengah, Universitas Wahid Hasyim melalui program Pengabdian Masyarakat melaksanakan pemberdayaan kelompok masyarakat Keluarga Berencana (KB) untuk percepatan penurunan stunting, baru-baru ini. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Temuroso, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.
Pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dihadiri oleh Wakil Bupati Demak, KH Ali Makhsun,M.Si, Rektor Universitas Wahid Hasyim, Prof. Dr. KH Mudzakkir Ali,MA didampingi Wakil Rektor IV Dr. Helmy Purwanto,ST., MT, Kepala LP2M Dr. Ali Martin, M.Si, Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Sudaryanto, M.Pd.Ked beserta jajaran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), mahasiswa dan warga sekitar.
Rektor Universitas Wahid Hasyim Prof. Dr. KH Mudzakkir Ali,MA mengatakan, pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam KKN Tematik ini merupakan bagian dari Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemprov Jateng, khususnya BKKBN Jateng dalam rangka pengentasan dan percepatan penurunan angka stunting nasional yang ditempatkan di Kabupaten Demak.
“Universitas Wahid Hasyim sebagai perguruan tinggi akan terus mengamalkan Tri Dharma yang salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat, melalui kerja sama ini, semoga dapat menekan jumlah stunting di Jawa Tengah,” jelasnya.
Seperti yang diketahui, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita atau bayi di bawah 5 tahun akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan atau pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.
Terkait isu tersebut, Universitas Wahid Hasyim melalui KKN XXVII menerjunkan sebanyak 162 peserta di Kabupaten Demak dari Fakultas Kedokteran dan Farmasi. Seluruh peserta KKN terbagi dalam 11 kelompok pada dua kecamatan.
Sementara itu, Kepala LP2M Universitas Wahid Hasyim Dr. Ali Martin, S.IP.,M.Si menambahkan, selain memberikan sosialisasi tentang penekanan jumlah stunting, KKN Universitas Wahid Hasyim juga mengadakan Bazar Expo yang dapat diikuti masyarakat sekitar
“Mahasiswa kami juga menghadirkan hasil produk KKN terkait penanganan stunting, seperti minuman vitamin dari daun kelor, menu khusus stunting, pudding stunting dan masih banyak lagi,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan pencanangan mahasiswa Peduli Stunting (PENTING) di Kabupaten Demak, pentas seni drama, dan pentas seni musik oleh mahasiswa dan masyarakat sekitar. (HS-06)