HALO PEKALONGAN – Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso melepas Waidun (38) sekeluarga, warga Pandam Arum Pantai Sari, Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, yang akan menjadi transmigran di Gorontalo.
Dalam acara pelepasan di aula Dinperinaker, Kamis (18/8/2022) Sri Budi Santoso mengungkapkan harapan agar Waidun sukses menjalani Program Pemerataan Penduduk ini.
“Terus berusaha meskipun tantangan di sana tidak ringan, Inshalah dengan niat baik dan rendah hati, mau menjalin hubungan baik dengan tetangga di sana tentu akan diberikan kemudahan di Gorontalo,” kata dia.
Sri Budi Santoso mengatakan pemerintah telah mempersiapkan rumah dan lahan terbuka untuk diolah oleh transmigran.
Sesampai di lokasi, transmigran juga harus mengenali lingkungan. Ini semua, menurut dia membutuhkan semangat dan kerja keras.
“Tetap jaga keluarga, jaga kesehatan, dan sekolahkan anak di sana. Mudah-mudahan berhasil dan dapat penghidupan yang lebih baik,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan juga menyampaikan terima kasih kepada Waidun, yang telah bertekad mengikuti program transmigrasi ini.
“Dari APBD ada uang saku untuk Waidun sekeluarga, sebesar Rp 10 juta. Semoga dapat membantu,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Kerja, Pelatihan, dan Produktivitas (Pentalatas), Sri Haryati, menjelaskan bahwa untuk tahun 2022 ini, Kota Pekalongan melalui kegiatan pelayanan kerja antar daerah kabupaten/kota di Indonesia, telah menyeleksi calon transmigran tahun 2022 dan mengirimkan data ke Kemendes PDTT melalui Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah.
Setelah mengikuti serangkaian tes dan persyaratan, Haryati menyebutkan ada 1 keluarga calon transmigran yang akan diberangkatkan ke lokasi tujuan transmigrasi, yakni di Kawasan Permukiman UPT Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Di lokasi tersebut, dikembangkan dengan pola Transmigrasi Umum-Tanaman Pangan Lahan Kering (TU-TPLK) dengan satuan pemukiman SP Baru.
“Untuk tahun 2022 ini ada 1 KK yang akan berangkat sebagai calon transmigran asal Kota Pekalongan, tanggal 19 Agustus ini transmigran sudah harus di BLK Jawa Tengah dan pada 21 Agustus berangkat dari Bandara A Yani Semarang,” terang Haryati.
Haryati menyebutkan transmigran akan mendapatkan fasilitasi rumah tinggal, lahan pekarangan, lahan usaha, mendapatkan jaminan hidup, bimbingan dan pelatihan dalam mengembangkan usaha, bimbingan dan pelayanan sosial kemasyarakatan, mendapat uang saku yang dianggarkan oleh APBD Kota Pekalongan sebesar Rp10 juta,” kata Haryati. (HS-08)