in

Tingkatkan Riset Pengembangan Sensor, BRIN Jajaki Kerja Sama dengan Murata Jepang

Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI), Budi Prawara. (Foto : brin.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI), Budi Prawara, menjajaki kemungkinan kerja sama di bidang pengembangan sensor, dengan Murata, sebuah perusahaan manufaktur yang berbasis di Nagaokakyo, Kyoto, Jepang.

Pembahasan kerja sama ini, dilaksanakan di Kampus Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kawasan Bandung Cisitu, dihadiri sejumlah Kepala Pusat Riset dan tamu undangan secara tatap muka, baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, Kepala OREI memperkenalkan pusat riset di BRIN Cisitu, kepada perwakilan Murata. Selain itu turut hadir pihak dari Tripodworks dan Agrisinar Global Indonesia.

Budi Prawara mengungkapkan bahwa kedatangan Murata Jepang ke Kampus BRIN Cisitu Bandung, sebagai tindak lanjut kunjungan Kepala BRIN sebelumnya terkait dengan kerja sama riset dan inovasi khususnya di bidang pengembangan sensor.

“Sensor untuk deteksi dan counting kendaraan baik mobil, motor, sepeda, atau manusia. Grup Murata yang datang kali ini terkait dengan unit bisnis dan pengembangan di IoT dan traffic counter,” kata Budi, seperti dirilis brin.go.id.

Pada pertemuan ini, perwakilan Murata mempresentasikan profil dan produknya, di antaranya sensor yang sudah digunakan Pemprov DKI Jakarta. Budi Prawara menyampaikan ada beberapa potensi kolaborasi yang bisa kita lakukan.

“Mereka juga sudah memasang beberapa sensor di Jakarta dan ke depannya akan dipasang dengan jumlah yang cukup banyak di Jakarta. Dari sensor tersebut bisa didapatkan data-data jumlah kendaraan, kecepatan. Mereka juga memasang beberapa titik sensor. Beberapa data itu sementara Pemerintah Jakarta gunakan untuk mengendalikan manajemen PPKM. Ke depan kita bisa kolaborasi dengan Pemerintah Jakarta,” imbuhnya.

Selain pemanfaatan data, Jakarta itu kota yang dikenal juga karena kemacetannya, data dari sensor itu kita bisa menggunakan data analytic, machine learning, supaya memecah kemacetan. Kita bisa mengatur pergerakan kendaraan dari Bogor ke Jakarta misalnya, kapan waktu terbaik dan tepat. Dari Bekasi ke Jakarta misalnya kapan waktu paling tepat.

“Pemerintah juga sekarang kan mulai menerapkan kebijakan flexible working space. Saya rasa beberapa instansi dan perusahaan di Jakarta juga sudah menerapkan flexible time. Saya rasa ke depan kita bisa manfaatkan itu tadi untuk prediksi traffic, memecah kemacetan, pengaturan pergerakan kendaraan,” tuturnya.

“Sensor yang dipasang sekarang belum terintegrasi dengan traffic light, kita bisa pakai IoT nanti. Terintegrasi dan kita bisa kembangkan juga aplikasi yang bisa diinstall di ponsel para pengguna jalan. Mereka jadi bisa memonitor situasi jalan sebelum berangkat dan mendapatkan informasi rute yang paling baik ke mana supaya bisa sampai ke tempat tujuan dan terhindar dari kemacetan,” katanya.

Budi Prawara berharap selain traffic counting, kami di OREI ada beberapa grup riset misalkan di bidang sensor. Pada pertemuan tersebut, pihak Murata menyampaikan sensor untuk counting traffic, di masa yang akan datang BRIN bisa kolaborasi dan mengembangkan sensor-sensor yang lainnya sesuai dengan karakteristik Indonesia seperti yang selama ini dikembangkan oleh periset BRIN misalnya Bio Sensor untuk deteksi kesehatan. “Kita bisa kolaborasi dengan Murata yang juga advanced di bidang sensor,” ungkapnya.

Harapannya di Kampus BRIN Cisitu itu menjadi kampus yang kekhasan di bidang riset inovasi Mikro Elektronika dan salah satunya itu, sensor.

“Kita bisa manfaatkan semua fasilitas yang dibangun di sini untuk kepentingan riset maupun kolaborasi dengan pihak industri supaya mereka bisa membangun industri sensor elektronika di Indonesia. Di akhir kegiatan, Budi Prawara berharap kerja sama ini bisa segera terlaksana dan bisa berkolaborasi dengan baik.

Turut hadir dalam inisiasi kerja sama ini perwakilan Project Manager Traffic Counting Murata, Hiroaki Tsumori, Director for Asia Market Development Tripodworks, Sugiyama Fumihiko, dan DirekturAgrisinar Global Indonesia Co. Ltd, Haruno Subiyanto.

Tsumori juga sempat memaparkan profil Murata sebagai salah satu perusahaan manufaktur yang fokus pada suplai komponen elektronik.

Murata berpengalaman dalam menciptakan beragam komponen seperti resistor, inductor, kapasitor, hingga berbagai produk RFID.

“Kami menyediakan beragam data yang bermanfaat seperti penanggulangan kemacetan,” tuturnya. (HS-08)

Pasti Kembali Hadapi Glover

Menteri ESDM Minta Industri Turunan Nikel Ditingkatkan