in

Wabup Blora Ajak Perempuan Berperan Dalam Pembangunan Politik

Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati dalam Sekolah Kader Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri, di Ruang Rapat Bappeda. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati mengajak para perempuan di wilayahnya, agar jangan hanya menjadi penonton, melainkan ikut terjun dalam pembangunan politik.

Ajakan itu disampaikan Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, ketika menjadi salah satu narasumber dalam seminar Sekolah Kader Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri), baru-baru ini di Ruang Rapat Bappeda.

“Perempuan Indonesia harus ikut andil dalam pembangunan politik Indonesia, jangan hanya jadi penonton,” ungkap Wabup, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Dalam kesempatan itu, Tri Yuli Setyowati juga membagikan pengalamannya, selama berkecimpung dalam bidang politik, termasuk saat ini menjadi Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Blora.

Untuk diketahui, Tri Yuli Setyowati merupakan anak keempat dari lima bersaudara, dari pasangan Soewadji dan Sriyatun.

Dia mulai terjun ke dunia politik pada 1998 dan mengawali karier sebagai Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Sukorejo, Tambakrejo, Bojonegoro.

Pada tahun 1999, dia tercatat sebagai sekretaris PAC PDI Perjuangan Tambakrejo dan pada 2004-2009 dia menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro.

Perempuan yang menempuh pendidikan S-1 Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang dan S-2 Fakultas Ekonomi Universitas Wijaya Putra Surabaya ini, juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro pada 1999-2004 dan 2004-2009.

Sejak kepindahannya ke Blora, karier politik ibu dari tiga anak ini sempat terhenti sejenak.

Kemudian pada Pemilihan umum Legislatif tahun 2014 dia terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Blora dari Dapil II (Cepu, Sambong, dan Kedungtuban) mewakili PDI Perjuangan.

Kemudian pada Pemilihan umum Legislatif Indonesia 2019, dia kembali terpilih sebagai anggota DPRD dari dapil dan partai yang sama.

Kemudian, pada Pilkada Bupati Blora 2020, dia terpilih sebagai Wakil Bupati Blora.

Lebih lanjut, Tri Yuli  mengatakan, peran mahasiswi dibutuhkan sebagai agen perubahan kesetaraan gender, dalam meningkatkan partisipasi perempuan di dunia politik.

Mbak Etik mengungkapkan, agar perempuan, khususnya para mahasiswi ini untuk akrab dengan perkembangan teknologi saat ini. Sehingga bisa memanfaatkan peluang yang ada.

“Adik-adik di era saat ini, penting untuk membranding diri dengan teknologi yang ada, kita jangan sampai ketinggalan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada untuk meningkatkan kemampuan kita,” ungkapnya.

Sebagai Wakil Bupati, Mbak Etik akan terus mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing dan berkarakter.

Sementara itu, selain Wabup, pada Sekolah Kader Kopri pertama tersebut hadir pula Ketua TP PKK Blora Ainia Shalichah menjadi narasumber.

Dia memaparkan materi, berkaitan dengan peran pendidikan perempuan terhadap pembangunan bangsa.

Kegiatan Sekolah Kader Kopri atau SKK tersebut mengusung tema “Capacity Building Kopri dalam Berdikari di Era Gender Streaming” yang dilaksanakan mulai 12 hingga 14 Agustus 2022.

Sementara itu, Maya Muizatil Lutfillah, Ketua Kopri PB PMII, berharap agar adanya SKK ini tidak hanya sekadar formalitas. Melainkan menjadi momentum untuk lebih meningkatkan kualitas para anggota.

“Kami dari PB menyuarakan, mendorong, agar sahabat-sahabat di daerah agar mereka bisa senantiasa bersinergi berkolaborasi menjadi lokomotif pergerakan perempuan di daerah,” ucapnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Blora, PCNU Blora, Ketua PC PMII Blora, serta Kopri Blora, dan peserta dari berbagai daerah sekitar mulai dari Rembang, Madiun dan sebagainya. (HS-08).

Filantara dan TBG Siap Kucurkan Beasiswa di Rembang

Jalan Bhali Jadi Pilihan Tempat Kulineran Baru di Klaten