HALO SEMARANG – Kontingen Pramuka Kwartir Daerah Jawa Tengah, yang mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XI, di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, diminta untuk tetap menjaga kesehatan, karena cuaca di lokasi Jamnas tidak menentu.
Hal itu Ketua Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda) Kwarda Jateng Hernowo Budi Luhur, terkait kondisi cuaca di Cibubur. Menurut dia, dalam beberapa hari terakhir ini, cuaca di lokasi Jamnas XI memang berubah-ubah.
Jika pada siang hari cuaca panas terik, maka menjelang sore hari hujan deras bisa mengguyur hingga malam. Hal itu juga terjadi pada malam-malam sebelumnya. Hal itu menjadi tantangan bagi Kontingen Pramuka Kwartir Daerah Jawa Tengah.
“Kepada seluruh kontingen peserta Jateng, jaga kesehatan betul. Perhatikan pola makanan dan minum,” kata dia, Jumat (12/8/2022), seperti dirilis jatengprov.go.id.
Dia juga meminta agar peserta disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat. Pada saat istirahat, mereka juga harus menggunakan kesempatan itu secara maksimal.
“Jangan lupa, saat istirahat harus istirahat. Karena cuaca di Jakarta ini tidak menentu. Kadang hujan, kadang panas. Mari kita jaga kesehatan dengan tetap gembira dan ceria. Itu obat paling mujarab,” tutur Hernowo.
Dia mengatakan, hingga kemarin seluruh peserta Jateng telah berkumpul di lokasi Jamnas di Cibubur. Bahkan, para peserta juga telah siap melakukan kegiatan yang ada. Termasuk para peserta atraksi tari Nusantara.
“Kita dapat apresiasi bagus. Kita selesaikan latihan gladi kotor dengan baik. Peserta sudah menyiapkan agar gerakan transisi dan pola bisa smooth (halus),” ungkapnya, usai melihat latihan peserta atraksi Jateng.
Menurut Hernowo, kegiatan atraksi bukan hal yang mudah, karena pihaknya harus mengumpulkan peserta dari berbagai kwarcab, dengan gerakan yang bagus dalam waktu yang singkat.
“Harapannya, Jateng bisa menjadi pioner,” kata dia.
Sementara itu sehari sebelumnya, 272 peserta atraksi kontingen Pramuka Kwartir Daerah Jawa Tengah, telah berlatih keras dengan bimbingan penata gerak, Sutomo, agar dapat tampil maksimal membawakan Tari Nusantara, dalam Jamnas XI.
Berbagai gerak peserta diperhatikan, baik pada kelompok tari, semaphore, tongkat, pionering, hingga panji Indonesia.
“Tetap semangat berlatihnya. Kita berikan yang terbaik di kegiatan ini,” kata dia, kepada peserta atraksi.
Mereka kemudian meneriakkan pekikan semangat sebagai bentuk totalitas mereka, agar bisa menampilkan atraksi yang terbaik.
“Jateng gayeng, Jateng gayeng, Jateng memang oke,” teriak para peserta.
Di bawah cuaca panas menyengat, para peserta berlatih. Mereka saling bersinergi melakukan gerakan demi gerakkan. Total sekitar 12 menit durasi waktu mereka untuk melakukan atraksi.
Seorang peserta atraksi Asyam Putra Rayzan asal Kwarcab Kebumen, mengaku amat bersemangat melakukan latihan atraksi.
“Saya sangat senang. Tidak menyangka akan bisa tampil di depan Presiden di Jambore Nasional. Saya mendapat bagian gerakan memegang banner,” kata Asyam, ditemui usai latihan.
Dia bersama peserta lain melakukan latihan sejak beberapa bulan lalu. Asyam tetap semangat menjalani latihan, serta berbagai kegiatan sebagai bentuk rasa senangnya atas terpilih menjadi peserta Jamnas.
“Saya senang. Sangat wow banget. Sejak kecil saya mendambakan bisa ikut Jamnas,” tambahnya.
Senada juga disampaikan peserta atraksi lain, Sakinah Feiza Aqilah asal Kwarcab Purbalingga. Dia tetap semangat menjalani latihan dalam kegiatan tari Nusantara nanti.
“Saya dapat bagian tari DKI (menampilkan tari asal DKI Jakarta). Cukup sulit karena tidak punya basic tari,” ucapnya.
Meski demikian, hal itu bisa dilaluinya setelah giat berlatih beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Hasilnya kini Feiza bisa mengikuti latihan dengan baik. (HS-08)