in

4.131 Warga Urus Kartu Kuning di Boyolali

Petugas dari Dinkopnaker Boyolali, memandu pemohon kartu kuning, yang mendaftar secara online, di kantor setempat, Selasa (2/8/2022). (Foto : boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Sebanyak 4.131 warga, dalam rentang waktu Januari hingga Juli 2022, telah meminta kartu kuning atau AK1 melalui Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, sebagai salah satu bekal untuk mencari pekerjaan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Sugeng Priyanto, terkait jumlah pemohon kartu kuning.

“Adapun dari jumlah 4.131 itu, laki-laki ada 1.933 dan perempuan ada 2.198,” kata dia, Selasa (02/08/2022), seperti dirilis boyolali.go.id.

Dari jumlah tersebut, masih dirinci sesuai dengan pendidikan. Yakni untuk Pendidikan SD ada 43 orang, SMP ada 403 orang, SMA ada 3.340, Diploma I ada 19 orang, Diploma II ada 3 orang, Diploma III ada 93 orang, Diploma IV ada 5 orang, pendidikan sarjana (S-1) ada 223, dan pascasarjana (S-2) ada 2 orang.

Untuk lowongan pekerjaan (loker) sampai Juni, ada 7.000 hingga 8.000 loker yang Sebagian besar didominasi oleh perusahaan yang bergerah di bidang garment.

“Kalau melihat lowongan kerja dengan pencari kerja, seharusnya pencari kerja bisa terjawab tapi karena anak-anak sekarang temen-temen sekarang itu masih pilah-pilih masih ragu-ragu untuk masuk di perusahaan,” jelasnya.

Untuk bisa mendapatkan kartu kuning, saat ini pendaftar tidak perlu datang ke Dinkopnaker Kabupaten Boyolali. Pendaftar hanya perlu handphone berbasis Android sehingga dapat melakukan pendaftaran secara online pada laman bursakerja.jatengprov.go.id.

“Yang utama adalah menyiapkan ijazah terakhir dan fotokopi KTP karena di situ akan diketik nomor dan nomor ijazah dan sebagainya. Ini Gratis,” lanjutnya.

Dia juga mengingatkan para pendaftar, untuk menyiapkan pas foto 3×4 berwarna untuk melakukan cetak kartu kuning di Dinkopnaker Kabupaten Boyolali.

Salah seorang masyarakat yang mencari kartu kuning, Rahayu mengaku kini dipermudah dengan adanya aplikasi melalui handphone.

“Kini dipandu jadi mudah. Cepat karena dulu pakai antrean,” kata warga Kecamatan Sambi ini. (HS-08)

Bertemu Forum Pembauran Kebangsaan Jateng, Ganjar: Tempatnya Silaturahmi Antaretnis

Dicampur Aroma Therapy, Garam Rembang Jadi Produk Kecantikan