HALO BLORA – Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menerjunkan mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, selama 40 hari, mulai Selasa (26/07/2022).
Mereka menyatakan siap membantu Pemkab Blora, untuk menangani permasalahan di wilayah setempat, termasuk stunting.
Wakil Rektor III Unisnu, Gun Sudiryanto, saat menyerahkan mahasiswa KKN di Ruang Pertemuan Lantai II Bappeda, menjelaskan untuk saat ini sebanyak 60 mahasiswa akan berbaur dengan masyarakat Kunduran. Mereka akan dibagi di tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan kunduran.
Masing-masing wilayah itu, adalah Desa Sendang Wates, Desa Klokah, Desa Muraharjo, dan Kelurahan Kunduran.
Menurut Gun, desa atau kelurahan tersebut dipilih, karena masih ada permasalahan yang hingga saat ini masih terjadi.
“Di empat desa itu, masih ada kasus stunting. Selain itu juga merujuk pada survei yang telah dilakukan tim dari Unisnu,” kata dia, seperti dirilis blorakab.go.id.
Gun Sudiryanto juga menyampaikan terima kasih pada Pemkab Blora, karena sudah menerima mahasiswa Unisnu untuk KKN di Kecamatan Kunduran.
“Kepada bapak kades, saya harap nanti bisa memanfaatkan mahasiswa yang terjun di desa desa dan semoga memunculkan teknologi baru, yang nantinya bisa bekerja sama dengan baik, dengan pemdes dan kecamatan setempat,” pesannya.
Gun Sudiryanto menyampaikan harapan para mahasiswa bisa melaksanakan KKN selama 40 hari KKN ini dengan baik dan efektif, efisien, dalam menurunkan ilmu yang telah didapat selama di kampus, kepada masyarakat setempat.
“Kami berpesan program kerja yang dibuat, tidak usah banyak banyak, namun bisa mengena tepat sasaran pada masyarakat dan bisa semaksimal mungkin dalam melaksanakan program,” tuturnya.
Bupati Blora, Arief Rohman mengucapkan selamat datang di Blora, kepada jajaran rektor yang sudah menindaklanjuti apa yang telah kita MuU kan, dalam hal ini pelaksanaan KKN.
“Atas nama pemkab Blora kami apresiasi apa yang telah dilakukan Unisnu, Kami berharap melalui program KKN ini nantinya ada transformasi ilmu yang ditularkan kepada masyarakat di desa desa tempat KKN,” kata Bupati.
Menurut Bupati dari sisi lokasi empat tempat ini termasuk kota, karena masih ada desa-desa yang di tengah hutan.
“Sebelum turun ke desa tolong dipetakan beberapa indikator yang ada permasalahan di desa tersebut, biar bisa membantu desa/ kelurahan ditempat KKN,” imbuhnya.
Bupati mnjelaskan saat ini tingkat kemiskinan di Blora diangka12,39%, sedangkan indeks pembangunan manusia diangka 69,37% dan tingkat penggguran, masih diangkat 3,81%.
“Tolong nanti adik-adik mahasiswa bisa membedah permasalahan itu, selain itu mungkin permasalahan lain seperti gizi buruk, stunting,angka putus sekolah, kawasan kumuh, dan sejumlah permasalahan lain,” ungkapnya.
Bupati berharap mahasiswa bisa membantu potensi apa yang ada di desa tersebut dan yang bisa dikembangkan di desa tersebut,
Mas Arief sapaan akrab Bupati mengaku di empat desa itu nantinya masih ada permasalahan seperti desa miskin dan stunting.
Seperti halnya di Desa Klokah, termasuk desa miskin dan desa stunting, sedangkan di Kelurahan Kunduran, juga sama desa miskin dan stunting, Desa Muraharjo, masih ada stunting begitu juga desa Sendang wates, masih ada stuntingnya.
“Semoga dengan KKN di desa tersebut ,adik adik bisa memberikan solusi, dan memberikan ilmu selama perkuliahan kepada masyarakat,” ujarnya.
Puji widodo Kades Klokah mengatakan saat ini di desanya ada sejumlah kasus stunting. Dia berharap dengan adanya KKN ini, bisa membantu Pemdes untuk menurunkan stunting.
“Kehadiran mahasiswa KKN ini kami berharap bisa membantu desa dalam menangani permasalahan yang ada di desa,” harapnya.
Sementara itu hal sama juga di ungkapkan Kades Muraharjo Karsono, ia mengaku saat ini di desanya masih ada kasus stunting.
“Dari data masih ada 16 kasus stunting, semoga, mahasiswa KKN ini nantinya bisa membantu menurunkan angka stunting yang ada dan memberikan inovasi serta ilmu untuk masyarakat kami,” kata dia. (HS-08)