HALO SEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang akan melakukan kajian terkait penataan lingkungan di Jalan Tugu, Kawasan Tugu Soeharto, Kelurahan Bendanduwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Mengingat, Kawasan Tugu Soeharto selalu ramai dikunjungi warga baik dalam dan luar kota terutama pada pergantian tahun baru Jawa atau malam 1 Syuro.
Banyaknya warga yang datang ini untuk melakukan ritual kungkum atau ngalap berkah. Sebagian masyarakat memang mempercayai, dengan ritual kungkum pada malam 1 Sura ini senantiasa mendapatkan berkah dan keselamatan ke depannya serta akan dikabulkan keinginannya.
Namun, dari pantauan di lapangan, Rabu (27/7/2022) siang, lokasinya penuh dengan semak belukar dan rumput yang cukup tinggi sehingga sampai menutupi pondasi Tugu Soeharto. Sehingga akses jalan menuju lokasi juga sulit dilewati dan fasilitas sarana pendukungnya masih minim.
Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati menjelaskan terkait kurang terawatnya Kawasan Tugu Soeharto.
Pihaknya akan melakukan kajian lingkungan di Kawasan Tugu Soeharto, sebelum dilakukan penataan dan akses jalan masuk ke lokasi.
“Sebenarnya saya juga sering melewati jembatan Tugu Soeharto ini, memang kawasan ini belum tersentuh penataan dari Pemkot. Kita juga butuh masyarakat sekitar untuk bantu merawatnya, jangan sampai sudah dibangunkan pemkot, akhirnya terbengkalai begitu saja,” terang Pipie, sapaan akrabnya, saat ditemui, Rabu (27/7/2022).
Pipie, menambahkan, akses menuju ke lokasi adalah jalan lingkungan.
“Kita akan coba kaji kembali. Terkait akses jalan lingkungan menuju lokasi tersebut. Kalau kita diberikan kewenangan untuk membenahi atau menata drainase kawasan lokasi itu kita siap. Tentunya, dengan ada penambahan fasilitas dan sarana pendukungnya,” imbuhnya.
Selain itu, nantinya ada spot- spot dan sarana pendukungnya. “Ditata jalan masuknya dan zonasi-zonasi, tepi sungainya dibenahi sedemikian rupa sehingga cantik dan bersih,” katanya.
Salah satu warga, Karmin (56) mengatakan, tiap pergantian tahun baru Jawa atau malam 1 Syuro, kawasan Tugu Soeharto ini dipenuhi masyarakat. Biasanya, mereka kungkum atau berendam di pertemuan arus sungai Kaligarang dan Sungai Kreo ini.
“Mereka akan berbondong-bondong kesini, ramainya nanti pada Jumat (29/7-red) malam. Tapi rumputnya sudah tinggi, kalau dibiarkan orang jadi sulit kesini,” pungkasnya. (HS-06)