in

Pemkab Demak Bakal Tutup Pasar Hewan Jika PMK pada Kambing dan Domba Meningkat

Pasar hewan di Kabupaten Demak masih buka. Pedagang hanya menjual kambing dan domba. (Foto : Demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Walaupun banyak daerah di Indonesia menutup pasar hewan, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran kuku dan mulut (PMK), hal itu tidak dilakukan oleh Pemkab Demak.

“Di Demak tidak ada penutupan pasar hewan, ini karena pasar hewan di Demak hanya menjual kambing dan domba, karena tempatnya kecil,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Demak, Iskandar Zulkarnain, beberapa waktu lalu, seperti dirilis demakkab.go.id.

Dia juga mengatakan angka penularan PMK pada kambing dan domba di Kabupaten Demak, juga tergolong rendah.

“Penularan hewan kambing dan domba terholong rendah, sehingga virus PMK di Demak banyak yang menyerang sapi dan kerbau. Selama ini tidak ada laporan kambing dan domba yang terkena PMK,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya masih mengizinkan pembukaan pasar hewan ternak di Kabupaten Demak. Tetapi jika suatu saat terjadi kenaikan kasus PMK pada kambing dan domba, pihaknya tetap akan menutup pasar-pasar hewan tersebut.

“Kami tetap terus pantau pasar-pasar hewan, melakukan penyemprotan disinfektan dan lainnya. Misalnya nanti terjadi kenaikan kasus PMK pada kambing dan domba, jika memprihatinkan maka kemungkinan akan bisa di tutup sementara,” kata dia. (HS-08).

Usee Sports TV Gelar Turnamen Futsal Di Semarang Dengan Total Hadiah Rp 74 Juta

PT Hwaseung Indonesia di Pati Targetkan Rekrut 15 Ribu Tenaga Kerja