in

Peringati Hari Sepeda Sedunia, Bersukaria Gelar Bersepeda Bersama Keliling Kota Lama Semarang

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang saat melepas peserta Bersukaria perdana di Kawasan Kota Lama Semarang

HALO SEMARANG – Moment Hari Sepeda Sedunia atau World Bicycle Day yang jatuh setiap bulan Juni ini diambil oleh sektor pariwisata terutama travel agen untuk menggelar acara berkaitan dengan sepeda.

Salah satunya, adalah event bersepedaria yang ingin memberikan pengalaman berkesan bagi masyarakat untuk menikmati suasana perkotaan dengan bersepeda sekaligus menggali sejarahnya, terutama yang ada di kawasan Semarang Lama.

Untuk memfasilitasi masyarakat Semarang dan sekitarnya, kini bersepeda tidak perlu membawa sepeda sendiri. Namun tinggal datang ke lokasi Pasar Sentiling di Kawasan Kota Lama Semarang, atau bisa mendaftarkan diri sebelumnya. Karena setiap sesi berkeliling tersebut hanya dibatasi sebanyak sembilan orang peserta dan satu pemandu atau guide.

“Selain menyemarakan Hari Sepeda sedunia, kami juga ingin mempromosikan Kota Semarang ramah sepeda. Selain itu, juga banyak bangunan bersejarah tidak hanya peninggalan kolonial saja tapi juga dari berbagai suku di Indonesia seperti peninggalan etnis Melayu, Koja dan Pecinan,” terang Dimas Suryo pendiri Bersukaria, saat dihubungi halosemarang, Jumat (17/6/2022).

Dikatakan Dimas, rute yang ditawarkan kepada peserta tidak rute yang berat, tapi disesuaikan dengan kemampuan sehingga masih bisa diikuti oleh semua peserta pada umumnya.

“Kita gelar tiap hari Sabtu pada bulan Juni, dan untuk bulan-bulan ke depannya. Kalau event perdana sudah dibuka tanggal 28 Mei lalu, dibuka oleh Kepala Dispora Kota Semarang,” katanya.

Menariknya, peserta disuguhkan beberapa bangunan tersembunyi yang tidak dikenal sebelumnya namun berjasa pada masanya. Yaitu sebuah pabrik air minum pertama di Kota Semarang.

“Memang tidak semua orang mengetahui, kalau di sekitar pasar ikan hias Jalan Agus Salim dulu ada pabriknya bernama Hygeia, dan tulisannya asli masih tertempel di pintu pabrik,” imbuhnya.

Pihaknya ingin menggali wisata heritage tersebut, selain Semarang memang dikenal dengan kulinernya, sehingga bisa dinikmati dan menjadi atraksi menarik keliling kota, khususnya Semarang Lama dengan bersepeda.

“Bisa membuat pengalaman berkesan bagi peserta. Bisa menambah wawasan juga membangun kepekaan terhadap bangunan yang memiliki nilai sejarah,” ujarnya.

Untuk biaya pendaftaran Rp 80 ribu per peserta, dan peserta mendapatkan minuman limun.

“Dengan durasi dua jam bersepeda. Adapun rute start dari GKBI-Kantor Pos Besar-Masjid Silayur-Sleko-Polder Tawang-Marabunta-Kotalama-Masjid Pekojan-Gang Lombok-Alunalun Semarang-Kauman-Pecinan -kembali ke GKBI,” pungkasnya. (HS-06)

Polres Salatiga Gelar Vaksinasi Massal di UKSW

Terselamatkan Gol Dramatis