HALO KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta para kepala desa dan perangkatnya, untuk membantu menyosialisasikan Sensus Penduduk 2020 lanjutan, dan program desa cinta statistik dalam setiap pertemuan.
Permintaan itu disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat membuka acara sosialisasi Sensus Penduduk 2020 lanjutan, sekaligus mencanangkan lima desa cinta statistik (Desa Cantik), Rabu (18/5/2022), di ruang Podang I Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.
Lima desa cantik tersebut, meliputi Desa Sambirejo Kecamatan Jumantono, Desa Sroyo Kecamatan Jaten, Banjarharjo Kecamatan Kebakramat, desa Beruk Kecamatan Jatiyoso, desa Gerdu Kecamatan Karangpandan.
Adapun kegiatan di lima desa cinta statistik ini, adalah peningkatan literasi dan kesadaran perangkat desa beserta masyarakatnya, agar mau berperan aktif dalam bidang statistik. Selain itu juga menjaga kualitas dan keterbandingan indikator statistik.
Bupati berharap lima desa cantik ini, bisa menjadikan contoh bagi desa-desa lain di Karanganyar, untuk menghadirkan data akurat.
Dia juga berharap pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 lanjutan dan desa cantik, berjalan lancar, sukses, dan mampu memberikan data akurat, sehingga tidak ada kekeliruan dalam sensus penduduk.
“Terima kasih Badan Pusat Statistik (BPS) Karanganyar yang telah terus mengambil inisiatif dan terus berkoordinasi, agar sensus penduduk terus berlanjut,” kata Bupati, seperti dirilis Karanganyarkab.go.id.
Untuk desa cinta statistik, Bupati meminta para kepala desa untuk selalu membantu melakukan sosialisasi, antara lain melalui grup Whatsapp atau disampaikan langsung dalam setiap pertemuan RT, RW, serta di tempat ibadah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karanganyar, Dewi Trirahayuni mengatakan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 lanjutan ini, bertujuan mengumpulkan data mengenai komposisi, distribusi, dan karakteristik masyarakat Indonesia.
Dengan metode kuisioner sederhana dilanjutkan dengan kuisioner yang lebih terperinci, nantinya diharapkan diperoleh parameter demografi, seperti kelahiran, kematian, dan migrasi. Data ini berguna, antara lain untuk menghitung proyeksi penduduk, serta informasi penting lainnya, dalam rangka menghasilkan indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang kependudukan.
“Karena dua tahun kemarin pandemi Covid-19, maka Sensus Penduduk 2020 lanjutan dihentikan sementara. Alhamdulillah bisa terlaksana lagi di tahun 2022 ini,” jelasnya. (HS-08)