HALO KENDAL – Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1443 H, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kendal, Munawir, menggelar pengajian rutin, di Aula Gedung MTs NU 27 Unggulan, Desa Jatipurwo RT 2 RW 4, Kecamatan Rowosari.
Dari pantauan, ratusan peserta pengajian datang dari beberapa desa di Kecamatan Rowosari memadati Aula MTs NU 27 Unggulan, sebagai pembicara hari ini, Sabtu (23/4/2022), H Wahidin Said.
Di sela-sela acara, Munawir mengatakan, pengajan yang digelar selama bulan ramadan ini sejak tanggal 3 hingga 28 April 2022, rata-rata diikuti 150 sampai 200 jamaah.
“Pengajian syiar ini dalam.rangka menyemarakkan Ramadan 1443 Hijriyah, dengan menyajikan penceramah, baik kyai, ustad, maupun dokter dari Kendal dan Batang,” ujarnya, Sabtu siang (23/4/2022).
Dijelaskan ada sembilan ustad dari Kendal dan Batang. Kemudian dari luar Desa Jatipurwo ada dua penceramah. Sedangkan penceramah lokal dari Desa Jatipurwo ada enam.
“Total penceramah dalam pengajian ini ada 17,” papar Munawir yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kendal.
Untuk peserta, lanjutnya, terdiri dari warga baik laki-laki maupun perempuan usia di atas 40 tahun. Sehingga dalam penyampaian pengajian menggunakan bahasa Jawa campur bahasa Indonesia.
“Kebetulan hari ini yang menjadi penceramah adalah mas Wahidin Said, mantan Ketua KPU Kabupaten Kendal dan juga mantan Komisioner Bawaslu Kabupaten Kendal. Metode penyampaian narasi secara umum metode ceramah dilanjut dengan dialog tanya jawab,” ungkap Munawir.
Dirinya menambahkan, untuk meningkatkan kepeduian kepada sesama yang sedang menjalankan ibadah puasa, dari keluarganya membagikan paket takjil kepada para peserta usai acara pengajian.
“Ya sebagai rasa kepedulian, dari keluarga dan kerabat kami setiap selesai pengajian membagikan ratusan paket takjil kepada peserta,” imbuh Munawir.
Sementara itu, H Wahidin Said dalam ceramahnya mengambil tema, pemberdayaan warga Nahdliyin yang bermartabat dalam kehidupan masyarakat marjinal. Dikatakan, Nahdlatul Ulama (NU) telah aktif berperan dalam meningkatkan pemberdayaan umat Islam.
Menurutnya, gerakan NU di bidang perbaikan keagamaan (diniyah) sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh komponen bangsa, namun dalam gerakan kemasyarakatan dinilai belum optimal.
Oleh karena itu, NU perlu memaksimalkan peran aktifnya dalam meningkatkan gerakan kemasyarakatan.
“Akan tetapi dalam gerakan kemasyarakatan NU perlu melakukan upaya-upaya yang lebih maksimal agar tidak tertinggal, terutama dalam bidang ekonomi dan teknologi informasi untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, khususnya untuk warga NU,” ujar Wahidin.
Lebih jauh dirinya mengimbau NU agar memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan para pengusaha kecil naik kelas, karena jumlah usaha mikro kecil di Indonesia mencapai 99 persen, dan sebagian besarnya warga NU.
Dijelaskan, sebagai organisasi kebangkitan ulama, sebagaimana Wapres RI KH Ma’ruf Amin menegaskan NU juga harus mengambil peran aktif dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
“Yang mencakup pengembangan industri halal, bisnis syariah, keuangan syariah, penguatan tata kelola dana sosial yang Islami, baik zakat, infak, sedekah, maupun wakaf, yang juga sedang digencarkan oleh pemerintah,” jelasnya.
Selain itu, Wahidin juga menyebut NU juga perlu segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang telah menimbulkan disrupsi di berbagai bidang kehidupan.
“Saya mengetahui bahwa NU sudah mengembangkan berbagai platform digital dalam banyak kegiatan yang dilakukan. Namun tetap perlu adanya penguatan terutama dalam rangka mengharmonisasikan platform digital dan kontennya sesuai dengan tuntutan aspirasi masyarakat khususnya kalangan milenial,” imbuhnya.
Dengan kuatnya pilar ekonomi gerakan NU, Wahidin meyakini pilar pemikiran dan kebangsaan NU, yang selama ini sudah menjadi arus utama, juga akan makin kuat.
“Dengan modal pilar gerakan ekonomi yang semakin kuat, saya harapkan NU tidak sekedar memainkan peran penting dalam memulihkan dan membangun kembali perekonomian masyarakat dan negara Indonesia, tapi juga terus berperan penting dan dapat menjadi role model gerakan Islam dalam skala global,” pesannya.
Wahidin juga berharap, semoga Nahdlatul Ulana semakin produktif menyebarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan semakin kokoh meneguhkan komitmen kebangsaan dan memberdayakan ekonomi umat. (HS-06).