in

Kota Semarang Bakal Miliki Underground Simpanglima Sebagai Ikon Baru dan Pusat Bisnis

HALO SEMARANG – Kota Semarang tak lama lagi bakal memiliki ikon baru berupa Underground Simpanglima. Pasalnya, pembangunan Underground Simpanglima yang juga menjadi proyek Strategis Nasional ini sudah lama direncanakan oleh Pemerintah Kota Semarang dan akan mulai dibangun pada tahun 2023 mendatang.

Plt Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah berharap, pandemi segera berlalu sehingga Pemerintah Kota Semarang bisa mengejar pembangunan infrastruktur yang sudah banyak tertinggal, satu di antaranya Underground Simpanglima.

“Fisiknya itu mulai 2023. Mudah-mudahan pandemi berlalu. Jika masalah ekonomi di Indonesia sudah oke, sudah kembali normal, pertumbuhan ekonomi oke, pada 2023 bisa mengejar pembangunan infrastruktur yang banyak ketinggalan,” ujar Irwansyah, Selasa (19/4/2022).

Irwansyah menambahkan, pembangunan Underground Simpanglima menjadi proyek Strategis Nasional. Pendanaan bisa melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau APBD hingga tingkat dua.

Diakuinya, hingga kini proses masih berjalan namun belum ada lelang. Pihaknya juga membuka peluang bagi pihak swasta yang tertarik bisa turut berperan membangun Underground Simpanglima.

“Di pusat skemanya KPBU. Kemungkinan APBD, APBD tingkat dua, atau KPBU. Mungkin kalau ada swasta yang tertarik, kami juga welcome. Mudah-mudahan ada investor yang tertarik supaya APBD bisa buat bangun yang lain,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembangunan Underground Simpanglima ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah kekumuhan di area Simpanglima dan mengatasi persoalan kemacetan.

Sedangkan konsepnya, kawasan Simpanglima dibangun tiga lantai ke bawah. Area atas dikembangkan sebagai hutan kota. Bangunan di sekitarnya harus mengusung konsep greenbuilding. Kendaraan akan dibatasi karena nantinya dilewatkan ke underpass.

Ruas Jalan Pandanaran dan Jalan Ahmad Yani akan berada di layer minus satu. Dan Jalan Pahlawan dan Jalan Gajah Mada masuk ke layer minus dua. Sedangkan, layer minus tiga untuk parkir. Disana juga nantinya dikombinasikan untuk pemanfaatan ruang perdagangan dan jasa.

“PKL kami turunkan minus satu lantai. Jadi, di luar bersih, konsepnya hijau,” paparnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang sudah mulai mempraktekan rencana pembangunan ini di ruang Spatial Holistic Integrated Environment and Land Division (SHIELD) atau integrasi holistik spasial lingkungan pertanahan yang diluncurkan belum lama ini.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Semarang kini tengah fokus membangun Simpanglima kedua di kawasan Sriwijaya. Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang sudah membuat jalur baru di Jalan Sriwijaya. Akses baru tersebut untuk mendukung pembangunan kawasan menjadi Simpanglima kedua. Selanjutnya, Pemkot akan menutup saluran di ujung Jalan Pahlawan atau di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, penutupan saluran ini untuk mendukung agar jalan lebih lebar. Kemudian, pemkot juga akan menyempurnakan Taman Singosari sehingga nantinya akan muncul Simpanglima kedua yang bisa menjadi ruang publik bagi masyarakat. (HS-06)

Mobil Tabrak Tiga Motor di Depan SMA Teuku Umar Semarang, Tiga Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Buka Musrenbang, Ganjar Fokus Pemulihan Ekonomi dan Kemiskinan