HALO PURBALINGGA – Peningkatan Jalan Serang-Belik, yang menghubungkan dua Kabupaten di Jawa Tengah bagian barat daya, yakni Desa Serang di Kabupaten Purbalingga dan Desa Belik di Kabupaten Pemalang, akan segera terwujud pada Tahun Anggaran 2023.
Kepastian perencanaan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno SE MM, saat menyampaikan laporannya pada pembukaan acara Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) Provinsi Jawa Tengah, yang berlangsung secara luring dan daring, di Gedung Gradhika Bhakti Praja Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, baru-baru ini.
Rapat Musrenbang Provinsi Jawa Tengah, ini diikuti pula secara daring oleh Wabup Purbalingga Sudono, dari ruang kerjanya, didampingi pimpinan OPD Bappelitbangda Kabupaten Purbalingga.
“Ada total usulan sebanyak 525 usulan prioritas dari 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, salah satu sinergitas usulan antardaerah dalam mendukung jalur alternatif dan pariwisata diantaranya peningkatan jalan Serang-Belik di Purbalingga dianggarkan dananya sebesar 32 milyar,” kata Sumarno, dalam laporannya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, akan banyak melakukan perencanaan-perencanaan, namun demikian akan fokus untuk percepatan pemulihan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan.
“Terlalu banyak yang akan kita rencanakan, maka kita akan fokus pada dua hal saja, yakni recovery ekonomi dan penanggulangan kemiskinan,” kata Ganjar.
Ganjar juga menyampaikan pemberian ucapan terima kasih dan selamat, kepada pemerintah kabupaten dan kota, yang terpilih peraih penghargaan Pembangunan Inovasi Daerah (PID).
Ada tiga kabupaten terbaik, yakni Kabupaten Wonogiri, Pati, Pekalongan. Adapun untuk kota, tiga terbaik adalah Kota Pekalongan, Semarang, dan Surakarta.
Provinsi Jawa Tengah banyak mendapat apresiasi besar dari tiga menteri, yakni dari Menteri Dalam Negeri (Kemendagri), Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Menteri Pertanian, atas Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) yang diperolehnya.
Apresiasi besar disampaikannya, karena Provinsi Jawa Tengah telah melakukan banyak hal dan hal yang telah dilakukanya antara lain mendorong re-distribusi pembangunan, mendorong sentra-sentra ekonomi baru yang tumbuh di Jawa Tengah, sehingga ada keseimbangan pembangunan kawasan-kawasan di Provinsi Jawa Tengah.
Dengan konteks pendekatan kewilayahan yang sudah dilakukan di Jawa Tengah, sehingga tercipta percepatan pembangunan kawasan-kawasan yang relatif masih tertinggal yang dapat mengurangi kesenjangan dan redistribusi pembangunan.
Berbagai terobosan-terobosan kebijakan dalam 4 tahun terakhir ini meraih provinsi terbaik dalam perolehan Penghargaaan Pembangunan Daerah (PPD) atas inovasi kebijakan provinsi, dalam konteks pengurangan kemiskinan yang dijabarkan dalam kegiatan 1 OPD satu binaan desa miskin, program sekolah tanpa sekat, program rumah sakit tanpa tembok, sehingga meraih penghargaan di tahun 2021.
Sejumlah menteri dan pejabat yang mewakili ikut terlibat dalam acara Musrenbang Provinsi Jateng ini, diantaranya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pertanian, Wakil Gubernur, DPRD Prov. Jateng, pejabat lainnya dan beberapa unsur organisasi kemasyarakatan di wilayah Provinsi Jawa Tengah. (HS-08)