HALO PURWOREJO – Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Dinperitransnaker Purworejo, tahun ini mendapatkan alokasi dana dari berbagai sumber, untuk menggelar puluhan pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo, Ir Hadi Pranoto, dalam pembukaan pelatihan keterampilan kejuruan sepeda motor, di Desa Cengkawakrejo, Kecamatan Banyuurip. Pelatihan ditangani Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Dinperitransnaker.
Lebih lanjut dikatakan, untuk tahun ini, UPT BLK Dinperitransnaker, mendapat alokasi dana APBD untuk menggelar 28 paket pelatihan. Selain itu juga 12 paket pelatihan yang dibiayai Dana Alokasi Umum (DAU), dan 16 paket dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Untuk 12 paket yang bersumber dari DAU ini, sudah terlaksana 10 paket. Semuanya berbentuk pelatihan berbasis kompetensi.
Dia mengemukakan, melalui pelatihan, pihaknya menginginkan agar SDM di Kabupaten Purworejo, memiliki kompetensi dan siap terjun di pasar kerja. Selain itu mereka bisa bisa bersaing dalam pasar kerja perusahaan-perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif.
”Kami juga terus mendorong, supaya mereka menjadi wirausaha-wirausaha muda yang andal, tahan banting, dan memiliki bekal kompetensi yang tinggi,” kata Hadi Pranoto, seperti dirilis Purworejokab.go.id.
Anggota DPRD komisi III DPRD Purworejo, Ajeng Dewi Purnamasari mengapresiasi kinerja Dinperintransnaker, terutama pelatihan yang langsung ke desa sasaran.
Apalagi tingkat pengangguran yang masih banyak diharapkan dapat menjadi alternatif untuk berwirausaha, dan dapat memperluas kesempatan kerja.
“Perlunya dinas terkait supaya terus memantau, apakah pelatihan ini sudah terlaksana dengan baik dan apakah para peserta yang mengikuti pelatihan sudah mendapat pekerjaan,” ujarnya.
Anggota DPRD komisi III DPRD Purworejo, Mustaqim mengharapkan peserta mengikuti secara serius, agar nantinya mendapatkan kemampuan yang mumpuni, sehingga bisa menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.
Dia juga berharap pelatihan seperti ini lebih sering dilakukan, dengan peserta lebih banyak, dan kurikulum lebih lengkap, walaupun waktu yang dibutuhkan juga lebih lama.
Sementara itu Kades Cengkawakrejo Kecamatan Banyuurip, Imlais Wiski Bagasworo menjelaskan, pelatihan diikuti 16 peserta dari karangtaruna, lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan, warga yang sudah membuka bengkel.
Peserta nantinya dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh, untuk memperkuat usaha yang telah dimiliki, membuka usaha baru, atau minimal bekerja menjadi teknisi di sebuah perusahaan. (HS-08)