in

Stok Vaksin Booster di Solo Kurang, Wali Kota Gibran Minta Tambahan dari Pemerintah Pusat

 

HALO SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan meminta tambahan vaksin dosis ketiga atau booster ke Pemerintah Pusat, untuk memenuhi kebutuhan di wilayahnya.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ketika meninjau kegiatan vaksinasi dosis ketiga (booster) untuk lansia, di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Solo (sebelumnya bernama RSUD Ngipang) di Banjarsari, Jumat (14/1/2022).

Hadir pula dalam acara itu, Direktur RSUD Ibu Fatmawati Soekarno, Retno Erawati serta Muspida Kota Solo.

Lebih lanjut dikatakan, vaksinasi dosis lanjutan atau booster di Solo, sudah dimulai sejak 12 Januari 2022. Kota Solo dapat menyelenggarakan vaksinasi dosis ketiga tersebut, karena telah memenuhi persyaratan, yakni capaian vaksinasi untuk masyarakat umum minimal 70 persen dan untuk lansia 60 persen.

Adapun untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun, Kota Solo telah mencapai 83,01 persen, terhitung pada 13 Januari 2022.

Menurut data Pemkot Solo per 13 Januari, sebanyak 137,3 persen atau 572.743 orang telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua. Dari jumlah itu, 93,9 persen atau 55.665 orang adalah lanjut usia (lansia).

Gibran Rakabuming Raka yang juga merupakan putra dari Presiden Jokowi ini, mengungkapkan jumlah vaksin booster di Kota Solo saat ini masih terbatas. Karena itu dia akan segera meminta tambahan ke Pemerintah Pusat.

“Memang jumlah stoknya (vaksin booster) masih sedikit. Nanti minggu depan kami minta lagi tambahannya,” kata dia.

Gibran juga mengungkapkan, warga usia lansia sangat antusias dengan adanya vaksinasi dosis ketiga ini. Dia berharap vaksinasi pemberian booster ini dapat berjalan lancar dan kelak semua warga dapat hidup dengan sehat.

“Warga terutama yang lansia, sangat antusias sekali. Lancar-lancar semuanya dan semoga dapat bertambah sehat setelah dapat vaksin booster ini,” kata dia.

Tujuan dilaksanakannya vaksinasi dosis lanjutan booster adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan perlindungan kepada masyarakat.

Ganti Nama

Sebelumnya, Pemkot Solo juga telah mengganti nama RSUD Ngipang, Banjarsari menjadi RSUD Ibu Fatmawati Soekarno, sejak 30 Desember 2021 lalu.

Gibran mengatakan penggantian nama itu, sudah diusulkan sejak beberapa bulan lalu. Penggantian itu untuk melengkapi, karena sudah ada RSUD Bung Karno.

“Sudah ada Bung Karno. Ini Ibu Fatmawati Soekarno, biar komplet,” kata dia.

Gibran mengakui perlu ada sosialisasi mengenai penggantian nama tersebut, agar ke depan, masyarakat bisa lebih luwes menyebut nama RSUD Ibu Fatmawati Soekarno.

“Kalau bingung ya pakai nama RSUD Ngipang juga tidak apa-apa, memang perlu disosialisasikan,” kata dia.

Direktur RSUD Ibu Fatmawati Soekarno, Retno Erawati menjelaskan penggantian nama sudah dilakukan 30 Desember 2021.

“Sekarang namanya RSUD Ibu Fatmawati Soekarno,” katanya.

Untuk pengurusan administrasi penggantian nama, Retno menambahkan, juga sudah dilakukan.

“Administrasi penggantian nama juga sudah selesai, namanya langsung dari Pemkot,” ucapnya. (HS-08)

Diduga Kelelahan, Mahasiswi IAIN Salatiga Meninggal Usai Mengikuti Mapala

Wabup Purworejo Serahkan Bantuan Penguatan Kearifan Lokal