in

Proyek Tangkap Simpan Karbon Beri Keuntungan Ganda Untuk Blora

Bupati Blora H Arief Rohman mengikuti diskusi melalui zoom meeting dari ruang rapat Bupati, dengan tim dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Pertamina, membahas CCUS belum lama ini. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Proyek tangkap simpan karbon atau Carbon Capture Utilizationand Storage (CCUS) akan memberi keuntungan ganda untuk Kabupaten Blora. Selain mengurangi emisi karbon, proyek ini juga memberikan keuntungan ekonomi.

Hal itu disampaikan Bupati Blora H Arief Rohman, dalam diskusi secara virtual melalui zoom meeting, membahas pelaksanaan kegiatan CCUS. Diskusi bersama tim dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Pertamina yang berlangsung belum lama itu, diikuti Bupati dan jajarannya dari ruang rapat Bupati.

Hadir secara virtual, Kepala Pusat Pemanfaatan Karbondioksida dan Gas Luar, Prof Djoko Santoso; Direktur eksekutif dari National Center of Excellence (CCS) serta CCUS, Prof Wawan Gunawan; serta perwakilan dari ITB dan Universitas Pertamina.

Prof Djoko Santoso mengungkapkan, bahwa rencananya proyek tersebut akan dilakukan di wilayah lapangan Blok Gundih, Kabupaten Blora. “Di area Bapak Bupati ini, Gundih, kira-kira menghasilkan 800 ton per hari. Oleh karena itu, di Gundih ini dalam program kami, kira-kira sekitar 3 juta ton dalam sepuluh tahun,” ungkap Prof Djoko, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Dia mengatakan, dulu yang bisa dilakukan hanya menyimpan karbondioksida. “Kalau dahulu kita menyimpan karbondioksida saja, sekarang ini akan dimanfaatkan. Memanfaaatkan karbon dioksida, baik dalam industri migas maupun industri lainnya,” kata dia.

Prof Djoko berharap, dengan adanya pemanfaatan tersebut, dapat memberikan nilai tambah.

Sementara itu Prof Wawan mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut, di samping untuk mengurangi emisi karbon, juga untuk memberikan nilai tambah bagi daerah.

Sebelumnya rencana tangkap simpan karbon, akan dilakukan di Jepon, Blora. Namun setelah pertimbangan riset oleh para ahli, akhirnya diambil keputusan untuk dilakukan di Gundih.

“Tujuan kegiatan itu, untuk nilai tambah Kabupataen Blora, Pertamina, dan pemerintah pusat, dan akhirnya saat itu dipindahkan di lapangan Gundih. Kemudian sekarang bergeraklah karna selain untuk mengurangi emisi karbon untuk mitigasi perubahan iklim, tetapi juga dengan dipindahkan di Lapangan Gundih diharapkan bisa meningkatkan produksi gas di lapangan gundih,” jelas Prof Wawan.

Dikatakannya, akan ada penambahan nilai tambah dengan cara tersebut. “Jadi yang semula itu msalnya X, itu akan ada nilai tambah, angka bisa secara kasar penambahannya dalam Juta US Dollar, atau sekitar 120 juta, saya rasa itu sesuatu yang sangat signifikan” ungkapnya.

Prof Wawan menyebutkan bahwa saat ini, tim sudah mulai melakukan persiapan. Rencananya pada akhir 2023, seluruh infrastruktur sudah terpasang dan dapat digunakan.

“Saat ini kita sudah mulai bekerja di tahun 2021 ITB, Pertamina dan Pemerintah Jepang, mudah-mudahan kalau semua lancar, pertengahan tahun depan itu proses lelang untuk pengadaan infrastruktur dalam proses injeksi sudah dimulai,” paparnya.

Dia berharap pada akhir tahun 2023, semua infrastruktur sudah terpasang.

“Sehingga akan ada investasi infrastruktur nilainya sekitar 35 atau 40 Juta US Dollar disitu,” lanjut Prof Wawan.

Menurutnya, jika semua berjalan lancar, pada 2024, injeksi CO2 sudah bisa dimulai. Sehingga Kabupaten Blora akan tercatat menjadi yang pertama di Indonesia, untuk enhanced gas recovery.

Bupati Arief Rohman menyambut baik rencana proyek tersebut dan siap untuk mendukung kelancarannya.

Dia juga berharap agar dengan adanya kegiatan CCUS dapat memberi manfaat bagi Blora.

“Kami sampaikan terima kasih prof. Kami sangat merespons dengan baik. Kita full team siap untuk menyukseskan dan mendukung program ini. Semoga sukses bisa terealisasi bisa menjadi percontohan dan bisa bermanfaat,” kata Arief.

Blora saat ini masih memiliki berbagai permasalahan, seperti kemiskinan, infrastruktur yang rusak dan sebagainya. Sehingga dengan kerja sama tersebut, dapat membantu pembangunan Blora.

“Intinya kita ingin ini bermanfaat bagaimana kedepan program yang kita rancang dulu bisa menghasilkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Arief menuturkan bahwa, Pemkab Blora berpandangan bahwa proyek CCUS ini sangatlah penting, karena akan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, sekaligus mendorong pembangunan Blora.

“Kita siap mendukung proyek ini dan penyerapan tenaga kerja lokal dan pemanfaatan potensi yang ada. Kami akan mendukung, termasuk infrastruktur pendukung. Untuk lingkungan sosial, kami akan bekerja sama dengan pemerintah desa setempat.  Anak muda di sana yang belum punya pekerjaan, bisa dioptimalkan untuk mendukung proyek ini. Kami akan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder,” papar Bupati.

Hadir pada kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Blora, Asisten II Sekda, Perwakilan PT Pertamina EP Cepu, Plt Kepala Bappeda dan kabid, Kepala Disperinaker, Kepala DLH Kab. Blora, Staf Khusus, Direktur BPE. (HS-08)

Baru Dilantik, Kades di Pati Dilarang Gelar Pesta Syukuran

Bahas Kerja Sama PMB dengan PEM Akamigas Cepu, Pemkab Berencana Beri Beasiswa