
HALO SEMARANG – Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh terlaksananya program vaksinasi gotong royong.
Akan tetapi, terdapat pengusaha yang mengaku tarif yang ditetapkan memberatkan perusahaan.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Apindo Provinsi Jawa Tengah, Frans Kongi. Menurutnya, sebagian pengusaha meminta keringanan harga vaksin gotong royong karena dinilai masih mahal.
“Banyak perusahaan mengaku berat dengan adanya itu vaksin gotong royong,” ungkap Frans kepada halosemarang.id, Sabtu (22/5/2021).
Frans menjelaskan, alasan sebagian pengusaha merasa keberatan karena beban pengadaan vaksin menjadi tanggung jawab sepenuhnya perusahaan.
Seharusnya, lanjut dia, pemerintah dapat membantu untuk mengurangi beban pengusaha.
“Pemerintah harus betul-betul memperhatikan industri, karena salah satu faktor utama untuk pemulihan ekonomi. Karyawan dan pengusaha usaha keras. Mestinya kita mendapatkan prioritas dan gratis,” jelasnya.
Lebih lanjut, Frans membeberkan, kondisi perusahaan saat ini berbeda-beda. Dunia usaha baru mulai bangkit dan masih ada yang mencoba bangkit. Demikian, kata Frans, belum sepenuhnya pulih sejak status pandemi Covid-19 awal tahun lalu.
“Kita sudah mulai bangkit namun belum sepenuhnya, seperti sebelum adanya Covid-19,” beber Frans.
Bahkan, Frans menyatakan, sejauh ini sekitar ⅔ persen dari jumlah keseluruhan perusahaan di Jawa Tengah yang dapat menyanggupi program vaksin gotong royong.
Frans menyampaikan, setidaknya keringanan harga vaksin dapat dilakukan atau diberlakukan subsidi, maka para pengusaha akan ikut dalam program vaksinasi gotong royong.
Dengan hadirnya pemerintah, lanjut Frans, akan semakin mempercepat pemulihan perekonomian di Indonesia.
“Tidak mungkin di Jawa Tengah bisa mandiri, apalagi dengan harga dua kali suntik hampir Rp 1.000.000. Kalau sekedar berpartisipasi dengan harga vaksin Rp 100.000 mungkin bisa kita sumbang,” katanya.
Meski begitu, pihaknya terus mendukung program tersebut. Dengan memberikan dorongan terhadap perusahaan-perusahaan yang sekiranya mampu untuk melaksanakan.
“Jika ada perusahaan yang mampu pasti kami dukung. Ini termasuk motivasi pengusaha yang bisa mereka harus ikut,” tutupnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun halosemarang.id, tentang harga vaksin Sinopharm yang disediakan PT Bio Farma (Persero) untuk vaksin gotong royong yaitu seharga Rp 321.660 per dosis. Sedangkan tarif maksimal pelayanan vaksinasi dikenai Rp 117.910 per dosis.
Jika dijumlahkan, vaksinasi mandiri akan dikenakan biaya sebesar Rp 439.570 untuk satu kali suntik. Aturan tersebut sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021.(HS)