
HALO SEMARANG – Selama masa penyekatan Lebaran Idul Fitri 1442 H, Polda Jatim berhasil menemukan 21 pemudik yang positif Covid-19. Walaupun angka tersebut kecil, namun berisiko menjadi awal dari penyebaran dan memunculkan klaster baru penyakit tersebut.
Kapolda Jatim Irjen Pol Dr Nico Afinta Karo-Karo SIK SH MH menjelaskan bahwa dari swab antigen yang dilakukan secara acak tersebut, ada 21 yang reaktif dan positif, sehingga dilakukan perawatan.
Menurut dia, Jumlah ini terhitung kecil, dibanding dari jumlah pemudik yang dikenakan tes swab antigen secara acak. Di Jawa Timur, sejak awal penyekatan, sudah ada 3.197 orang yang dilakukan swab antigen.
“Total kendaraan yang telah diperiksa selama sembilan hari belakangan, sebanyak 219.997 kendaraan dengan jumlah kendaraan yang diputar balik mencapai puluhan ribu yang sudah diputarbalik ada 43.665 kendaraan,” kata dia, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id, Minggu (16/5).
Kapolda Jatim mengimbau masyarakat yang sudah terlanjur mudik ke kampung halaman, jika ingin kembali ke perantauan, maka harus membawa sejumlah surat.
Mereka harus dapat menunjukkan surat bebas Covid-19. Bagi pekerja dan pegawai yang melakukan perjalanan dinas, juga harus dapat menunjukkan surat tugas dari instansi atau perusahaan tempat bekerja.
“Sedangkan untuk pribadi, dilengkapi dengan surat RT/RW setempat,” tambah Kapolda Jatim.
Sementara itu ketika mengecek penerapan prokes di salah satu cafe dan kuliner di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (15/05), Kapolda meminta semua pihak mematuhi protokol kesehatan.
“Dalam kunjungan ini saya memastikan penerapan prokes di tempat wisata dan tempat religi. Pasalnya, selama larangan mudik, destinasi wisata menjadi tempat yang diserbu masyarakat. Dan juga kami akan melakukan pengecekan arus balik, dari kegiatan tersebut, kami mengimbau agar pengelola wisata dan pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan,” kata dia. (HS-08)