in

Kotornya Lingkungan Kampung Nelayan di Bandengan, Jadi Perhatian Istri Bupati Kendal

Chacha Frederica saat berbincang dengan Lurah Bandengan, Kabupaten Kendal, Sutarjo.

 

HALO KENDAL – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal yang juga istri Bupati Kendal, Wynne Frederica Dico Ganinduto bersama BKKBN Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kendal, mengunjungi Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kamis (6/5/2021).

Kunjungan Chacha dan rombongan tersebut dalam rangka meninjau kondisi anak stunting dan anak berisiko stunting yang ada di wilayah RT 05 RW 04 Kelurahan Bandengan.

Untuk meninjau kondisi warga di sana, rombongan memasuki gang-gang di Bandengan bagian utara atau kampung nelayan. Chacha mengaku miris, melihat kondisi yang kotor dan banyak digenangi bekas banjir rob.

“Sedih dan miris banget melihat kondisi kampung yang kotor ini. Apa warga tidak punya kesadaran soal kebersihan ya? Ini kan sumber penyakit. Please dech, ayo warga Bandengan kita peduli akan kebersihan lingkungan. Kalau bukan kita siapa lagi. Mosok soal kebersihan saja harus nunggu bantuan pemerintah,” ujar Chacha.

Menanggapi sentilan dari istri Bupati, Lurah Bandengan, Sutarjo mengaku pihaknya sudah sering koordinasi dengan ketua wilayah baik RT maupun RW, dalam memberikan sosialisasi kepada warga kampung nelayan ini.

“Sosialisasi itu kami utamakan. Karena daerah ini daerah langganan banjir. Baik banjir hujan dan juga kiriman sampah dari Kendal bagian selatan, juga banjir rob. Sehingga sampahnya menumpuk di sini,” ungkap Sutarjo.

Mendengar jawaban tersebut, Chacha pun langsung menegaskan kepada pihak Kelurahan, agar aktif mengajak warganya untuk kerja bakti membersihkan lingkungannya masing-masing.

Bukan hanya sosialisasi saja, tapi ada gerakan nyata untuk kerja bakti bersih-bersih lingkungan.

“Jadi bukan hanya sosialisasi saja, tapi juga harus dikerjain dan turun langsung. Yuk pak warga dajak dan dirangkul untuk bergotong ronyong setiap seminggu sekali atau dua minggu sekali. Sehingga lingkungan bisa bersih dan tidak meninbulkan penyakit,” tandas Chacha kepada Lurah Bandengan.

Seperti diketahui, kampung nelayan atau tepatnya di Kelurahan Bandengan bagian pesisir, memang selalu menjadi langganan banjir rob.

“Banjir akan mulai datang setiap siang mulai pukul 14.00 WIB sudah mulai datang dan akan berkurang malam hari. Tergantung ada hujan apa tidak,” kata Saidah warga setempat.(HS)

Dewan Harap Prokes Ketat Pada Tempat Wisata

Kebakaran di Kamar Kos Pusponjolo, Satu Orang Meninggal Dunia