in

Petani Bojonggede Mengeluh, Saluran Irigasi Ditutup Untuk Jualan Warga

Bangunan liar yang menutupi saluran, sehingga petani tidak bisa mendapatkan air dengan baik.

 

HALO KENDAL – Petani di Desa Bojonggede mengeluhkan terhambatnya saluran irigasi akibat adanya bangunan yang menutup saluran irigasi di pinggi Jalan Kendal-Pegandon.

Saluran irigasi selebar 50 sentimeter yang digunakan untuk mengairi sawah, diduga sengaja ditutup menggunakan beton oleh seseorang untuk keperluan pendirian bangunan.

Akhirnya agar tetap mengalir, saluran dibelokkan, sehingga aliran air menjadi terhambat.

Lebar saluran irigasi setelah dibelokkan juga menjadi lebih kecil. Sehingga petani khawatir, air irigasi yang melimpah saat hujan deras justru akan membanjiri lahan pertanian warga.

Salah seorang petani, Nur Fuad mengungkapkan, jika saluran irigasi di sawahnya ditutup guna pembangunan tempat jualan warga.

Dia mengatakan jika irigasi ditutup secara sepihak, tanpa meminta persetujuan dari para petani.

“Seharusnya tidak boleh ditutup, karena saluran irigasi peruntukannya untuk mengairi sawah. Selain itu lahan tersebut bukan lahan milik pemerintah desa, melainkan lahan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal,” katanya, Sabtu (16/1/2021).

Saat dikonfirmasi, Kepala DPUPR Kendal, Sugiono membenarkan jika saluran yang ditutup bersebelahan dengan Jalan Kendal-Pegandon tersebut memang lahan irigasi.

“Seharusnya tidak boleh, kami melalui UPTD sudah memperingatkan Kepala Desa Bojonggede untuk membongkar,” katanya.

Tapi peringatan itu sepertinya tidak diindahkan. Pihaknya akan segera berkoordinasi Satpol PP Kendal untuk melakukan pembongkaran.

“Sebab lahan irigasi, peruntukannya untuk mengairi sawah-sawah. Bukan untuk berjualan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Bojonggede, Didik Hermawan mengaku, dirinya memang sengaja menutup irigasi tersebut.

Menurutnya ini dilakukan, lantaran akan digunakan untuk berjualan warga.

“Petani dan warga juga tidak dirugikan, jadi menurut kami tidak masalah,” timpalnya.

Dia menjelaskan, pengurukan lahan irigasi yang dilakukan oleh dirinya tersebut, bukan menggunakan dana desa.

“Saya memang belum berkoordinasi dengan DPUPR terkait pengurukan. Tapi tidak ada masalah, DPUPR selama ini tidak pernah protes kepada kami,” tukasnya.(HS)

Pemkot Semarang Luncurkan Program Basoka, Bantu Sesama Donor Plasma Konvalesen

Siapa Pun Pemenangnya Bakal Pecahkan Rekor