HALO KENDAL – Dalam rangka melihat langsung praktik pengelolaan hutan tropis di Indonesia, perwakilan Australia mengunjungi Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal, Senin (26/10/2026).
Dalam kunjungannya, para perwakilan mempelajari mulai dari kegiatan persemaian, pemeliharaan tanaman, hingga penebangan atau pemanenan hasil hutan.
Kunjungan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan proses pengelolaan hutan secara menyeluruh, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan prinsip kelestarian dalam pengelolaan sumber daya hutan.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Administratur Perhutani KPH Kendal, Muhadi, beserta jajaran manajemen. Sementara itu, perwakilan Australia yang hadir meliputi Mr Noa Deas selaku Furniture Product Manager, Nieke Rosdiana selaku Kepala Perwakilan Cosi Indonesia, dan Anton Adi Prakoso selaku Furniture Product Manager.
Administratur Perhutani KPH Kendal, Muhadi, menyambut baik kunjungan tersebut sekaligus memberikan penjelasan mengenai tahapan pengelolaan hutan yang dilaksanakan Perhutani. Mulai dari proses pembibitan di persemaian, pemeliharaan tanaman untuk mendukung pertumbuhan pohon, hingga tahapan penebangan atau pemanenan sesuai dengan rencana pengelolaan hutan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan praktik pengelolaan hutan di Indonesia kepada pihak internasional, sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan hutan memerlukan perencanaan yang terintegrasi dan berorientasi pada kelestarian.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap para tamu dapat memperoleh gambaran secara langsung
mengenai proses pengelolaan hutan di Indonesia, mulai dari persemaian, pemeliharaan tanaman, hingga pemanenan hasil hutan. Seluruh tahapan tersebut merupakan bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang terencana dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Muhtadi menambahkan, pengelolaan hutan tropis tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan hasil hutan, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan ekosistem, perlindungan lingkungan, serta keberlanjutan sumber daya hutan untuk generasi mendatang.
“Pelaksanaan setiap tahapan pengelolaan secara terencana menjadi salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan antara aspek produksi, ekologi, dan sosial,” imbuhnya
Sementara itu, perwakilan Australia, Nieke Rosdiana selaku Kepala Perwakilan Cosi Indonesia menyampaikan, bahwa kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperluas wawasan dan pertukaran informasi mengenai pengelolaan hutan.
“Jadi dengan kunjungan ini, kita bisa mempelajari bersama, terkait pemanfaatan hasil hutan, termasuk keterkaitannya dengan kebutuhan industri furnitur,” ungkapnya.(HS)

